Terkini Daerah

Kepala Subdirektorat KKN UGM Sebut Pelaku Pelecehan Seksual di UGM Tak dapat Diberi Sanksi DO

Terjerat kasus pelecehan seksual, pihak UGM menjelaskan alasan mengapa pelaku HS tidak dikeluarkan dan hanya ditunda wisudanya

Kepala Subdirektorat KKN UGM Sebut Pelaku Pelecehan Seksual di UGM Tak dapat Diberi Sanksi DO
tribunjogja.com
Universitas Gadjah Mada (UGM) 

TRIBUNWOW.COM - Kasus pelecehan seksual yang dialami Agni(bukan nama sebenarnya) masih terus bergulir. Pelaku pelecehan yang dalam waktu dekat menjalani wisuda, ditangguhkan oleh pihak UGM karena masih dalam proses hukum.

Menurut Badan Press UGM Rabu (5/11/2018) saat mewawancari Kepala Subdirekorat KKN, Djaka Marwasta, dirinya menyatakan bahwa sanksi Drop Out (DO) tidak dapat diberikan kepada pelaku pelecehan. DO sendiri harus diputuskan berdasarkan prosedur pengajuan aduan ke Komite Kode Etik UGM.

Menurut Djaka kasus Agni bukan dianggap pelanggaran berat sehingga tidak perlu penanganan serius.

Pendapat yang dipaparkan Djaka ini berpedoman pada Keputusan Rektor UGM No.1699/UN1.P/SK/HUKOR/2016 tentang Pedoman Pelecehan di Lingkungan UGM.

Berikut Langkah Pihak UGM terkait Desakan Pengusutan Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswanya

Peraturan tersebut menerangkan bahwa kasus pelecehan seksual melibatkan lebih dari satu departemen, sehingga perlu adanya dibentuk tim investigasi khusus untuk menyelidiki kasus itu.

Korban Agni sendiri berasal dari Fakultas Ilmu Politik sedangkan Pelaku HS dari Fakultas Teknik, sehingga untuk penyelesaiannya harus melibatkan tim investigasi dan bukan dari keputusan sepihak dari pihak Departemen Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM.

Selain mendapatkan sanksi penundaan wisuda, menurut Koordinator Tim Investigasi UGM, Tri Hayuning Tyas, HS wajib memberikan surat permohonan maaf yang ditandatangani oleh orang tuanya.

HS juga diharuskan mengikuti konseling 2 sampai 6 bulan.

Polisi Lakukan Dua Kali Rekontruksi pada Kasus Dokter Suntik Bidan Sebanyak 56 Kali

Hal itu didasarkan pada Peraturan Rektor UGM No. 711/P/SK/HT/2013 tentang Tata Perilaku Mahasiswa UGM. Ada tiga tingkatan sanksi bagi mahasiswa yang melanggar.

Sebelumnya, seperti yang diberitakan TribunJogja, Rektor UGM Panut Mulyono menegaskan bahwa terduga pelaku ditunda wisudanya selama satu semester.

Panut juga menjelaskan ingin kasus ini diselesaikan dengan pendekatan dan prinsip akademis. Karena kedua mahasiswa yang terlibat masih berstatus sebagai mahasiswa aktif.

Kasus pelecehan seksual yang terjadi di UGM telah bergulis sejak 2017, namun sampai kasus ini muncul di publik, pihak UGM belum melakukan tindak hukum.

Kasus pelecehan itu terjadi saat seorang mahasiswa UGM sedang melakukan KKN di pulau Seram, Maluku.

Menanggapi kasus tersebut, sebuah petisi online dicanangkan oleh warganet dan sampai saat ini telah ditandatangani oleh lebih dari 150 ribu orang.

(TribunWow/Nila Irda)

Ikuti kami di
Penulis: Nila Irdayatun Naziha
Editor: Bobby Wiratama
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved