Pesawat Lion Air Jatuh

UPDATE: Boeing Keluarkan Dokumen Berdasarkan Hasil Temuan Awal KNKT soal AoA Lion Air JT 610

Boeing mengeluarkan dokumen cara mengatasi kerusakan yang sama seperti yang dialami Lion Air JT 610 berdasarkan temuan awal KNKT.

UPDATE: Boeing Keluarkan Dokumen Berdasarkan Hasil Temuan Awal KNKT soal AoA Lion Air JT 610
Facebook Lion Air Group
Tradisi water salute menyambut kedatangan pesawat baru B737 MAX 8 Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (4/7/2017). 

TRIBUNWOW.COM - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memiliki hasil investigasi awal atas jatuhnya Lion Air JT 610.

Hasil tersebut didapatkan KNKT dari hasil analisis terhadarp Light Data Recorder (FDR).

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, analisis FDR menunjukkan bahwa terdapat kerusakan penunjukan kecepatan (air speed indicator) pada empat penerbangan sebelum jatuhnya JT 610.

Pada penerbangan dari Denpasar ke Jakarta, tercatat adanya perbedaan angle of attack (AoA) atau indikator penunjuk sikap pesawat terhadap arah aliran udara.

"Pada penerbangan dari Denpasar ke Jakarta muncul perbedaan penunjukan AOA, yang mana AOA sebelah kiri berbeda atau lebih 20 derajat dibanding sebelah kanan," ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di gedung KNKT, Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Buat Daftar Komponen untuk Keperluan Investigasi Lion Air JT 610, KNKT Libatkan AS hingga Arab Saudi

Menanggapi analisis awal dari KNKT, Boeing dan otoritas penerbangan AS, Federal Aviation Administration (FAA), menerbitkan buletin keamanan untuk semua maskapai di dunia yang memakai pesawat sejenis.

Diketahui pesawat Lion Air merupakan pesawat Boeing 737 MAX 8.

Diharapkan, rekomendasi keamanan tersebut bisa dijadikan acuan para pengguna pesawat dengan jenis yang sama.

Buletin yang dikeluarkan Boeing bernomor TBC-19 tanggal 6 November 2018 diberi judul Uncommanded Nose Down Stabilizer Trim Due to Erroneous Angle of Attack (AoA) During Manual Flight Only.

Atau dalam artian, mekanisme stabilizer trim yang membuat hidung pesawat turun sendiri akibat pembacaan sensor Angle of Attack (AoA) yang kacau, hanya saat terbang manual.

AoA merupakan sudut yang dibentuk dari naik-turunnya moncong depan pesawat berdasarkan arah gerak pesawat.

Pembacaan sensor AoA ini juga digunakan untuk mencegah pesawat masuk ke kondisi kehilangan daya angkat (stall).

UPDATE: KNKT Ungkap Fakta Penyebab Lion Air JT-610 Hancur, dan Data 27 Jenazah yang Teridentifikasi

Karena permasalahan AoA menjadi indikasi awal ditemukannya masalah jatuhnya Lion Air JT 610, Boeing juga memberikan buletin operasi manual cara mengatasi jika ada permasalahan yang sama.

Hingga kini, Investigasi oleh KNKT masih berlangsung.

Masih ada data yang belum ditemukan, seperti cockpit voice recorder (CVR) yang bisa membantu menyingkap tabir kelam penerbangan JT610, Kamis (8/11/2018). (TribunWow.com/Tiffany Marantika)

Ikuti kami di
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved