Terkini Nasional

Tren Remaja Mabuk Pakai Air Rebusan Pembalut, KPAI: Karena Tidak Mampu Beli tapi Sudah Kecanduan

Komisioner KPAI sangat prihatin dengan maraknya kasus ditemukan remaja meminum air rebusan pembalut sebagai ganti narkotika.

Tren Remaja Mabuk Pakai Air Rebusan Pembalut, KPAI: Karena Tidak Mampu Beli tapi Sudah Kecanduan
adventuresofalabornurse.com
Pembalut 

TRIBUNWOW.COM - Saat ini tengah marak diperbincangkan soal perilaku menyimpang remaja yang meminum air rendaman pembalut yang direbus sebagai ganti dari narkotika.

Menanggapi hal tersebut, seperti dilansir TribunWow.com dari Tribunnews.com, Komisioner KPAI bidang Kesehatan dan NAPZA Sitti Hikmawatty mengatakan, pihaknya merasa sangat prihatin dengan semakin banyaknya kasus ditemukan anak-anak yang meminum rebusan pembalut itu.

Sitti mengungkapkan, kegiatan remaja yang mencari zat alternatif yang dapat membuat mereka 'fly', tenang ataupun gembira ini, pada awalnya didapatkan secara coba-coba atau eksperimen.

"Jadi kalau kita mengenal beberapa golongan Psikotropika diluar Narkoba, maka beberapa zat 'temuan' para remaja ini termasuk kelompok eksperimen psikotropika," kata Sitti.

Terkait jumlah hasil eksperimen ini, Sitti mengatakan belum bisa memprediksikannya.

Dokter Sebut Air Rebusan Pembalut Bisa Bikin Ketagihan Meski Tak Mengandung Zat Adiktif

Ini dikarenakan hal tersebut berkaitan erat dengan jumlah anak serta kreatifitas "meramu" bahan-bahan yang mudah didapat dipasaran.

Minum air rebusan pembalut juga di dapat dari coba-coba, selain fenomena lain seperti ngelem, dan lain sebagainya.

Menurut Sitty, hal itu juga turut ditengarai oleh mudahnya mereka mempelajari hal tersebut lewat internet.

Sehingga mereka bisa membuat beberapa varian baru, dari racikan coba-coba.

Sitty berujar, tingkat resiko atau bahaya menjadi meningkat karena mereka hanya konsen pada satu zat tertentu dalam sebuah bahan, namun zat lainnya cenderung diabaikan sehingga reaksi sampingan yang terjadi bisa berakibat fatal.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved