Kabar Tokoh

Cerita Anies Baswedan yang Pernah jadi Juru Ketik sang Kakek hingga Simpan Warisan 5000 Buku

AR Baswedan ternyata memiliki kenangan sendiri bagi sang cucu yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Cerita Anies Baswedan yang Pernah jadi Juru Ketik sang Kakek hingga Simpan Warisan 5000 Buku
Tribunnews/Jeprima
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melakukan sesi wawancara khusus dengan Tribun Network di Gedung Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (15/10/2018). Pada wawancara tersebut tim Tribun membahas mengenai kinerja Anies selama 1 tahun kebelakang sekaligus kinerja kedepannya yang akan dia lakukan. 

TRIBUNWOW.COM - Perjuangan para pahlawan akan kembali dikenang, satu di antaranya adalah perjuangan yang digelorakan oleh Abdurrahman Baswedan atau yang lebih dikenal sebagai AR Baswedan.

Pria kelahiran 11 September 1908 di Ampel, Surabaya ini merupakan keturunan Arab yang tidak hanya menekuni bidang jurnalistik namun juga sastra dan politik.

Hari ini Kamis (8/11/2018) kepadanya akan disematkan gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Negara.

AR Baswedan ternyata memiliki kenangan sendiri bagi sang cucu yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Tumbuh besar bersama sang kakek, Anies kecil ternyata sering di antar jemput oleh kakeknya saat bersekolah.

Syarat dari Anies Baswedan untuk Cawagub DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

"Jadi pulang TK (taman kanak-kanak) itu kakek biasanya jemput karena rumah dengan TK enggak jauh. Kemudian setiap hari saya mengantar ke kantor pos bersama beliau, karena beliau seorang wartawan," kenang Anies, saat di temui di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2018).

Bekerja sebagai wartawan sejak muda hingga akhir hayatnya, ternyata AR Baswedan memiliki kebiasaan untuk selalu membawa kemara dan tape rocorder kemapun Ia pergi.

Tak ayal berkat hobi nya itu sampai hari ini ratusan koleksi kaset rekaman dari semua orang yang menjadi narasamber nya masih tersimpan rapih di kediamannya.

Sang kakek yang juga gemar berkirim surat itu, sejak Anies duduk di bangku SD sering memintanya untuk menjadi juru tulisnya.

"Saya jadi juru tulisnya. Jadi duduk di mesin ketik. Saya yang ketik, dia yang mendikte.Nah yang ditulis saya tidak ingat, karena selalu kalau abis mendikte di ujung surat itu selalu bilang 'surat ini saya diktekan dan diketik oleh cucu saya Anies'," ucap Anies seraya menirukan ucapan sang kakek kala itu.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved