Pilpres 2019

Bupati Boyolali Dilaporkan karena Memaki Prabowo Subianto, Begini Respons Bawaslu

Bupati Boyolali Seno Samodro dilaporkan ke Bawaslu karena memaki Prabowo dan memprovokasi warganya, ini penjelasan Bawaslu.

Bupati Boyolali Dilaporkan karena Memaki Prabowo Subianto, Begini Respons Bawaslu
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Logo Bawaslu di Gedung Bawaslu 

TRIBUNWOW.COM - Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ratna Dewi Pettalolo mengaku masih mengkaji laporan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Bupati Boyolali Seno Samodro.

Dilansir TribunWow.com dari Kompas.com, Selasa (6/11/2018), Ratna mengungkapkan tindakan Seno tersebut harus dikaji apakah dalam aktivitas kampanye atau bukan.

"Harus dinilai dulu itu aktivitas kampanye atau bukan, atau itu semacam gerakan masyarakat yang tidak dilakukan peserta pemilu, tim kampanye, atau pelaksana kampanye," kata Ratna di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018).

Lanjutnya, Ratna menjelaskan jika kegiatan kampanye harus memenuhi tiga unsur yakni, dilakukan oleh peserta pemilu, tim kampanye, atau pelaksana kampanye.

Jika ketiga unsur tersebut terpenuhi, baru kemudian dicermati, apakah terdapat unsur penyampaian visi, misi, program, atau citra diri kandidat.

Prabowo Minta Maaf soal Tampang Boyolali, Sandiaga Sebut Sikap sang Ketum Gerindra Bijaksana

Perlu dikaji pula apakah tindakan Seno melanggar aturan kampanye atau tidak.

"Kalau kita menemukan bahwa aktivitas ini adalah kampanye, baru dikaitkan dengan larangan kampanye sebagaimana diatur dalam Pasal 280 (Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu)," ujar Ratna.

"Jadi saya belum bisa mengatakan apakah ini melanggar atau tidak sebelum memberikan penilaian atas peristiwa itu," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Advokat Pendukung Prabowo melaporkan Bupati Boyolali, Seno Samodro, dilaporkan atas dugaan keberpihakan pada satu pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), Senin (5/11/2018).

Seno dilaporkan oleh Advokat Pendukung Prabowo karena dianggap menggunakan jabatan untuk berpihak pada satu paslon.

"Sehubungan dengan adanya pengerahan massa di Gedung Balai Sidang Mahesa yang terjadi di Kabupaten Boyolali, yang diduga dilakukan Bupati Boyolali, Seno Samodro, dengan menyerukan agar tak memilih bapak Prabowo dalam pilpres 2019," kata kuasa hukum Advokat Pendukung Prabowo, Hanfi Fajri di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Senin (5/11/2018) dilansir dari Kompas.com.

Memaki Prabowo soal Tampang Boyolali, Seno Samodro Disebut Mendagri Bela Kehormatan Rakyatnya

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Astini Mega Sari
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved