Liga Indonesia

Diminta PSSI untuk Mengalah demi Timnas Indonesia, Gede Widiade: Kandangnya Persija di Sini

PSSI meminta Persija Jakarta agar mengalah untuk Timnas Indonesia terkait penggunaan Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat.

Diminta PSSI untuk Mengalah demi Timnas Indonesia, Gede Widiade: Kandangnya Persija di Sini
Instagram @persijajkt
Direktur Utama Persija, Gede Widiade dengan Sekjen PSSI, Ratu Tisha 

TRIBUNWOW.COM - PSSI meminta Persija Jakarta agar mengalah untuk Timnas Indonesia terkait penggunaan Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat.

Hal itu disampaikan langsung Sekretaris Jendral (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria saat dikonfirmasi TribunJakarta.com.

Persija Jakarta diketahui berharap dapat menggunakan Stadion Patriot untuk digunakan sebagai home base di sisa pertandingan Liga 1 2018.

Namun, PSSI sendiri diketahui sudah mendaftarkan Stadion Patriot terlebih dahulu untuk ajang Piala Asia U 19 2018 yang digelar di Indonesia.

Luis Milla Tak Kunjung Datang ke Indonesia, PSSI Siapkan Alternatif Pelatih Baru Timnas

Ratu Tisha pun berharap pihak Persija Jakarta bisa memaklumi dan mau mengalah untuk kepentingan Timnas Indonesia.

Meski begitu, PSSI berencana mencarikan Persija stadion alternatif lain untuk dijadikan kandang di sisa pertandingan Liga 1 2018.

"Kami sudah menginformasikan sejak lama jadwal Piala Asia U-19, tahu Persija bisa bekerja sama dengan baik. Jadi, ya kita akan carikan venue perpindahan Persija," ujar Tisha di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Rabu (10/10/2018).

PSSI, Ratu Tisha Destria saat menjawab pertanyaan wartawan di Hotel Novotel, Jakarta Utara, Jumat (14/9/2018).
PSSI, Ratu Tisha Destria saat menjawab pertanyaan wartawan di Hotel Novotel, Jakarta Utara, Jumat (14/9/2018). (MUHAMMAD ROBBANI/BOLASPORT.COM)

Tisha berujar jika PSSI telah lebih dahulu mengusulkan penggunaan Stadion Patriot dibanding dengan stadion lainnya di Indonesia.

Update Persib Bandung: Lawan Persipura, Berikut Daftar Pemain Persib yang Bisa Kembali Tampil

"Penunjukkan AFC U-19 kan satu tahun yang lalu. Kita tahu tak banyak stadion di Indonesia yang bisa kita pakai. Kita harus berbangga hati Patriot dipilih, dan AFC telah berkali-kali melakukan inspeksi dengan pilihan stadion lain," kata Tisha.

Penunjukan stadion untuk Piala AFC U-19 2018 merupakan wewenang langsung dari pihak AFC dan tidak bisa diganggu gugat.

"Tapi hanya tiga stadion yang disetujui, bahkan Wibawa Mukti tidak di-approve. Maka dari itu, pihak SUGBK saja dengan seluruh kesulitannya, bahu-membahu membantu kita," tutur Tisha.

Sementara itu Direktur Utama Persija Jakarta, I Gede Widiade sebelumnya justru menyebut bahwa pihaknya sudah mendapatkan izin untuk penggunakan Stadion Patriot.

Hal itu pun kini menjadi sebuah polemik yang nampaknya belum menemui titik terang.

"Kandangnya Persija di sini. Kita sudah kontrak lama sama Pemkot (Bekasi), artinya kita sudah kontrak lama. Kami di sini," ujar Gede kepada wartawan di Bekasi, Senin (8/10/2018).

Tak pelak, Gede pun meminta kepada PSSI agar mencari alternatif tempat lain pada babak penyisihan Piala Asia U-19 2018.

Mantan CEO Bhayangkara FC itu akan memperjuangkan timnya agar  terus menggunakan Stadion Patriot hingga akhir musim Liga 1 2018.

"Seharusnya PSSI yang mengalah. Kita sudah lama kirim surat dari enam bulan yang lalu. Karena apa? Pas Asian Games 2018, kita sudah minta di sini, setelah Asian Games 2018, kita sudah minta di sini. Kita tidak punya lapangan," kata Gede menambahkan.

Seperti diketahui sebelumnya, Persija harus terusir ke Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Yogyakarta, karena Stadion Patriot digunakan sebagai arena pertandingan Asian Games 2018.

Di sisi lain Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah berencana membangun stadion sepak bola bertaraf internasional di lahan bekas Taman BMW, Jalan Sunter Permai Raya, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Stadion bertajuk Jakarta International Stadium (JIS) tersebut rencananya dibangun di lahan seluas 66 hektar tersebut.

Kamis (4/10/2018) sore, TribunJakarta.com mencoba melihat kondisi terkini lahan tersebut.

Pantauan di lokasi, belum terlihat adanya aktivitas proyek pembangunan di lahan kosong beralaskan tanah merah itu.

Di dekat pintu masuk, terdapat sebuah pos penjagaan yang diisi oleh dua orang petugas Satpol PP.

John Terry Gantung Sepatu, dari Kawan hingga Lawan Kenang Perjalanan Kariernya: Dia Bek Terbaik!

Kondisi lahan Jakarta International Stadium (JIS) di Jalan Sunter Permai Raya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (4/10/2018).
Kondisi lahan Jakarta International Stadium (JIS) di Jalan Sunter Permai Raya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (4/10/2018). (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Salah seorang petugas Satpol PP, Hendi Badarudin mengatakan, selama ini kondisi lahan tersebut memang dalam kondisi sepi.

Dirinya belum mendengar soal kapan rencana pembangunan akan dimulai. Pasalnya, tugas dia di lokasi tersebut hanya penjagaan semata.

"Kita hanya penjagaan aja sih di sini. Lahannya udah tinggal bangun aja sih ini. Kita juga baru sih di sini. Dari Agustus tahun lalu sudah ada (penjagaan) di sini. Kita mah nggak ngerti hanya jaga aja di sini," ujar Hendi.

Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta, Ratiyono mengatakan, rencana pembangunan JIS sedang dimatangkan.

"Kami masih mematangkan perencanaan," ujar Ratiyono, Kamis (4/10/2018).

Sementara itu, pada April lalu, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, pengerjaan proyek pembangunan stadion sepak bola di Taman BMW, Jakarta Utara diperkirakan dimulai Oktober 2018.

"Mudah-mudahan bulan Oktober sudah dilakukan pengerjaan awal di Stadion BMW," ujar Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (3/4/2018) lalu.

Tagih janji Pemprov DKI

Dikutip dari laman Bolasport, Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade memberikan tanggapannya soal aksi The Jak Mania yang menagih janji Pemprov DKI soal pembangunan stadion.

The Jak Mania menagih janji itu dengan memasang spanduk pada laga Persija kontra Perseru Serui pada lanjutan Liga 1 musim 2018 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Senin (9/10/2018).

Mereka menagih itu karena janji Pemprov DKI yang pernah mengutarakan bahwa pembangunan stadion paling lambat akan dimulai pada Oktober 2018.

Saat itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, yang kini telah meletakan jabatannya, berjanji bahwa groundbreaking akan dilakukan pada Oktober.

Mendekati pertengahan Oktober, pembangunan belum juga nampak dimulai sehingga membuat kelompok suporter yang dibentuk pada tahun 1997 itu mulai resah.

The Blues Tolak Permintaan Spesial Frank Lampard Jelang Laga Chelsea Melawan Derby County

The Jak Mania menagih janji Pemprov DKI Jakarta soal pembangunan stadion baru pada laga Persija Jakarta kontra Perseru Serui di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Senin (8/10/2018).

"Membuat lapangan sepak bola tidak seperti bikin kost-kostan. Memang ada tahapannya," kata Gede Widiade kepada wartawan seuasai laga Persija kontra Perseru.

"Tapi, kesabaran masyarakat Jakarta ada batasnya. Sekarang kami tunggu dan doakan saja," imbuhnya.

Bos Persija itu menambahkan bahwa hingga kini pihaknya hanya mengetahui sedikit kabar terbaru soal perkembangan terkini pembangunan stadion yang kabarnya akan memakan biaya hingga Rp 4,7 triliun.

"Itu kan masyarakat yang menginginkan kepada bos-nya, ya wajar. Permohonannya sangat elegan, tidak dilakukan dengan cara-cara tidak bagus," tuturnya.

"Ada update. Akan tetapi belum dapat input tambahan," ucapnya singkat sekaligus mengakhiri pernyataan.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul PSSI 'Keukeh' Gunakan Stadion Patriot untuk Timnas, Gede Widiade: Kandangnya Persija Jakarta di Sini

Ikuti kami di
Editor: Claudia Noventa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help