Harga BBM Naik

Pengamat Sebut Kenaikan Harga Pertamax akan Berdampak ke Inflasi Meski Tak Terlalu Besar

Piter Abdullah, menyampaikan, kenaikan harga Pertamax bakal mempengaruhi inflasi ke depan meski tidak akan terlalu besar.

Pengamat Sebut Kenaikan Harga Pertamax akan Berdampak ke Inflasi Meski Tak Terlalu Besar
Tribun Medan/Fatah Baginda Gorby
Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) saat menunjukkan Bahan Bakar Minyak (BBM) , Kamis (5/1/2017) 

TRIBUNWOW.COM - PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk menaikkan bahan bakar minyak untuk Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO mulai hari ini.

Kenaikan harga BBM Pertamax Series itu merupakan dampak dari merangkaknya harga minyak mentah dunia saat ini menembus 80 dolar AS per barel.

Penetapannya mengacu pada Permen ESDM No. 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

Menanggapi hal itu, ekonom Centre of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah, menyampaikan, kenaikan harga Pertamax bakal mempengaruhi inflasi ke depan meski tidak akan terlalu besar, sebab saat ini konsumsi Pertamax Series relatif belum sebanyak Premium yang digunakan untuk sektor transportasi, distribusi logistik.

“Kemungkinan dampak ke inflasi ada tapi kecil, karena Pertamax bukan paling banyak dikonsumi, jadi saya kira pengaruhnya ke inflasi tidak akan besar,” kata Piter, Rabu (10/10/2018).

Informasi Lengkap Seputar Kenaikan Harga BBM : Premium Belum Ditentukan Akan Naik

Piter menilai, dampak dari kenaikan harga Pertamax tentunya bisa mengurangi defisit migas, karena PT Pertamina bisa menambah pendapatan dari kenaikan harga Pertamax.

“Bisa mengurangi defisit migas, berarti pertamina menambah pendapatannya dari kenaikan harga Pertamax,” imbuhnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data Data Badan Pusat Statistik impor migas pada Januari hingga Agustus mencapai 19,77 miliar dolar AS atau melonjak 28,29 persen dibanding tahun lalu 15,41 miliar dolar AS.

Hal senada juga disampaikan Analis Senior CSA Research Institue Reza Priyambada, belum akan terlalu berdampak signifikan ke inflasi. “Dampak inflasi kemungkinan ada, tapi dibandingkan kelompok yang lain tidak akan terlalu signifikan,” kata Reza, kepada Tribunnews.com, Rabu (10/10/2018).

Sebab menurutnya saat ini pengguna Premium masih lebih banyak dibandingkan Pertamax. Kecuali, dengan adanya kenaikan bahan bakar Pertamax akan menaikkan harga tarif angkutan. “Kalau itu bisa muncul inflasi,” jelasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada September 2018 terjadi deflasi sebesar 0,18 persen. Adapun tingkat inflasi berdasarkan tahun kalender tercatat di level 1,94 persen dan inflasi secara tahunan sebesar 2,88 persen.

Catatan Kenaikan dan Penurunan Harga BBM selama Pemerintahan Jokowi

Rinciannya, deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, terutama pada kelompok bahan makanan sebesar 1,62 persen.

Kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan juga mengalami deflasi sebesar 0,05 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan adalah makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,29 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,21 persen; kelompok sandang sebesar 0,27 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,41 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,54 persen.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Series Bakal Pengaruhi Inflasi

Ikuti kami di
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved