Kabar Tokoh

Kritik PP Pemberian Imbalan Pelapor Kasus Korupsi, Fahri Hamzah: Lanjutkan Sampai Negara Bangkrut

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memberikan sindiran atas Peraturan Pemerintah terkait pelaporan korupsi akan mendapatkan imbalan Rp 200 juta.

Kritik PP Pemberian Imbalan Pelapor Kasus Korupsi, Fahri Hamzah: Lanjutkan Sampai Negara Bangkrut
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Fahri Hamzah 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memberikan sindiran atas Peraturan Pemerintah terkait pelaporan korupsi akan mendapatkan imbalan Rp 200 juta.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Fahri Hamzah melalui laman Twitter @Fahrihamzah, Rabu (10/10/2018).

Fahri Hamzah melalui cuitannya itu tampak menuliskan tarif pelaporan mulai dari kasus korupsi, narkoba, hingga illegal logging.

"Tarif pelaporan:

Korupsi 200 jt.
Narkoba 300 jt
Teroris 500 jt.
Trafficking 200 jt.
Bullying 50 jt.
Illegal Logging 1 Milyar.
Illegal Fishing 250 jt.
Illegal Mining 400 jt.

(Lanjutkan sampai negara bangkrut!)" tulisnya.

Amien Rais Sebut Kasus Korupsi saat akan Jalani Pemeriksaan, Hasto: Itu Merupakan Hal Baik

Kicauan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah
Kicauan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah (Twitter @Fahri Hamzah)

Sementara itu, diberitakan Kompas.com pada Rabu (10/10/2018), Fahri Hamzah juga menyatakan kritikannya atas peraturan pemerintah tersebut.

Fahri berpendapat, persoalan korupsi tidak dapat diselesaikan melalui pemberian imbalan kepada pihak pelapor.

"Ini ada mazhab berpikir yang salah. Mazhab itu katakan bahwa kalau rakyat bisa saling lapor, maka masalah selesai," ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Fahri menilai, pemerintah seharusnya fokus dalam pembenahan sistem terkait pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved