Gejolak Rupiah

Atasi Pelemahan Rupiah, Menkeu dan Gubernur Bank Indonesia akan Lakukan Pembauran Kebijakan

Nilai Rupiah makin melemah, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan pihaknya dan Bank Indonesia akan melakukan pembauran kebijakan.

Atasi Pelemahan Rupiah, Menkeu dan Gubernur Bank Indonesia akan Lakukan Pembauran Kebijakan
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Ilustrasi rupiah anjlok 

TRIBUNWOW.COM - Nilai Rupiah makin melemah terhadap dolar Amerika yang kian menguat, Senin (8/10) hari ini.

Dilansir Tribunwow.com dari laporan Bloomberg, pada penutupan perdagangan di pasar spot sore hari ini, rupiah berada di level Rp 15.217 per dollar Amerika Serikat (AS).

Dibuka pada angka Rp 15.193, namun sekitar pukul 14:00 WIB tadi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp 15.252.

Rupiah melemah 0,51% dibandingkan posisi penutupan akhir pekan lalu.

Tanggapi soal Pelemahan Rupiah, Romahurmuziy: Jangan Bawa Persoalan ini dengan Bumbu Politik

Level rupiah pada penutupan perdagangan di pasar spot sore hari ini
Level rupiah pada penutupan perdagangan di pasar spot sore hari ini (Bloomberg)

Menanggapi persoalan ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan pihaknya dan Bank Indonesia akan melakukan pembauran kebijakan.

"Pak Perry (Gubernur Bank Indonesia) juga sudah menyampaikan berkali-kali akan melakukan bauran kebijakan. Jadi, kami dengan BI terus melakukan hal tersebut, di mana BI mengelola nilai tukar dan dari sisi intervensi pemerintah melakukan penyesuaian melalui kebijakan-kebijakan," ujar Sri Mulyani saat ditemui di sela-sela acara Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10/2018).

Sri Mulyani menyebut dinamika ekonomi AS yang meningkat tajam menyebabkan pelemahan banyak nilai tukar di sejumlah negara, entah itu negara maju maupun berkembang.

Jokowi Sebut Peserta IMF-World Bank Biayai Diri Sendiri, Andi Arief Nyatakan Tarik Semua Kritikannya

"Kalau kita lihat data di AS, dipicu oleh yield 10 tahun bond mereka yang meningkat luar biasa tajam sudah di atas 3,4 persen. Jadi, kami melihat dinamika ekonomi di AS itu masih sangat mendominasi dan pergerakannya cepat sekali," kata Sri Mulyani, seperti dilansir TribunWow.com dari Kompas.com.

Hal tersebut mempengaruhi suku bunga global yang diperkirakan akan meningkat hingga tahun depan.

"Jadi, kami memang sudah sampaikan berkali-kali, di mana kenaikan suku bunga global, terutama AS, itu pasti terjadi, dan mungkin akan lebih cepat. Oleh karena itu, harus dilakukan penyesuaian baik di dalam strategi pembangunan dan dalam bentuk nilai tukar," tutur Sri Mulyani.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ekarista Rahmawati P
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved