Gempa di Lombok

Fahri Hamzah Minta Jokowi Tinjau Lagi Omongannya soal Pencairan Dana Rp 50 Juta untuk Warga Lombok

Dana Rp 50 juta untuk warga menurut Fahri belum cair lantaran terkendala alasan administratif.

Fahri Hamzah Minta Jokowi Tinjau Lagi Omongannya soal Pencairan Dana Rp 50 Juta untuk Warga Lombok
Tribunnews.com
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah tampak menuliskan catatan mengenai penanganan gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut seperti yang diunggah oleh akun Twitter @Fahrihamzah pada Minggu (7/8/2018).

Fahri Hamzah sempat menuliskan kronologi mengenai pembentukan Tim Pengawas Bencana.

Menurut Fahri, setelah 2 bulan lebih lewat, pemulihan gempa di Lombok masih belum menemukan kejelasan dari sisi alokasi anggaran.

Lebih lanjut, Fahri lantas meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau kembali omongannya soal pencairan dana Rp 50 juta dalam rekening warga tapi tertunda alasan administrasi yang rumit.

Berikut cuitan lengkap Fahri Hamzah mengenai hal tersebut.

Bantah Anti Pemerintah, Fahri Hamzah Tunjukkan Teks Sumpahnya

"Sambil mengikuti segenap berita dan aktivitas pagi di hari libur, saya ingin menulis ringan tentang apa yg terjadi di daerah bencana di NTB khususnya. Anggaplah tulisan ini wawasan. Saya tulis sebagai laporan ringan dari daerah bencana NTB. #NTBangkit

Ada yang menganggap tulisan saya tak etis sebab saya sebagai pejabat publik dianggap tidak bOleh menulis di media sosial. Mereka ingin saya hanya bicara di rapat @DPR_RI padahal justru pejabat publik harus transparan. Kata mereka ini nyinyir bukan transparan. #NTBangkit

Pasti ada yg tidak suka kejujuran, negara memang tidak suka transparan dan para pendukungnya menyerang sikap saya yg terbuka. Padahal apa yang mau kita sembunyikan? Tulisan ini tentu tulisan pribadi. Tapi publik memang memerlukan. Apa salahnya?

Bahan2 ini pasti akan dibaca masyarakat dan juga pemerintah. Bacalah dan bikin keterangan yang benar. Bantah saya kalau salah dan saya siap memperbaiki data yang salah. Selanjutnya ini akan jadi bahan dalam rapat dan pertemuan resmi negara. Itu telah saya lakukan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved