Gejolak Rupiah

Menko Perekonomian Ungkap Penyebab Rupiah Melemah

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution angkat bicara terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Menko Perekonomian Ungkap Penyebab Rupiah Melemah
Tribunnews.com/Herudin
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution angkat bicara terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Dilansir TribunWow.com dari Kompas.com, Jumat (5/10/2018), Darmin menyebut ada dua hal yang menyebabkan rupiah berada di posisi Rp 15.000 per dolar AS.

Menurutnya, perbaikan perekonomian AS dan perang dagang yang terjadi antara China dan AS menjadi faktor penyebab rupiah merosot.

"Ekonomi Amerika entah bagaimana itu memang bagus, heran kita ya kan, jadi ekonomi memang bagus itu satu. Kemudian yang kedua kelihatannya perang dagang ini sudah enggak bisa direm dan ini akan jalan dan makin mengenai masing-masing negara," ujar Darmin.

Kedua hal yang disebutkan menurut Darmin berimbas pada ketidakstabilan ekonomi global dan turut mempengaruhi ekonomi Indonesia.

Nilai Tukar Rupiah Anjlok ke Level Rp 15 Ribu, IHSG Panik

Darmin juga menyebut dirinya tidak yakin jika ketidakstabilan ekonomi global bisa berakhir di kuartal I 2019.

"Itu akan jalan terus malah. Kalau tadinya dibilang paling kuartal pertama tahun depan (berakhir), kayaknya enggak," tutur Darmin.

Sementara itu, dikutip dari bi.go.id, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp 15.182 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor).

Sedangkan berdasarkan kurs transaksi Bank Indonesia (BI), rupiah berada di posisi Rp 15.258 pada kurs jual dan Rp 15.106 per dolar AS pada kurs beli.

Diberitakan sebelumnya dari setkab.co.id, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Qurrota Ayun
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help