Gejolak Rupiah

Chairul Tanjung Sebut Konflik Dagang AS dan China Merupakan Perang Dunia Ketiga yang Sesungguhnya

Mantan Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia, Chairul Tanjung menyebut perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China akan berlangsung lama.

Chairul Tanjung Sebut Konflik Dagang AS dan China Merupakan Perang Dunia Ketiga yang Sesungguhnya
TRIBUNNEWS.COM/DENNY PERMANA
Chairul Tanjung 

TRIBUNWOW.COM -  Mantan Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia, Chairul Tanjung menyebut perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China akan berlangsung lama.

Dilansir TribunWow.com dari Kontan.co.id, menurut Chairul Tanjung, perang dagang merupakan perang dunia ketiga yang sesungguhnya.

Pemimpin CT Corp ini mengingatkan perang dagang akan menjadi hal yang serius.

Menurutnya, perang dagang akan menjadi isu yang luar bisa.

Suku Bunga The Fed Naik, Sri Mulyani: Indonesia Tak Seperti Argentina yang Perlu Ganti Kebijakan

Jika AS berhasil dalam perang dagang dengan China, maka menurut Chairul Tanjung, AS akan menyerang negara lainnya seperti Jepang dan Korea Selatan.

"Begitu pun negara lain akan lakukan hal sama ke negara lainnya," ujar Chairul Tanjung.

Hal ini disampaikan Chairul Tanjung dalam acara Tax Gathering di Hotel Kartika Chandra, Kamis (27/9/2018).

"Dikhawatirkan ini akan menjadi perang dunia ketiga yang sesungguhnya," jelas Chairul Tanjung.

Adanya asumsi perang dagang yang akan berlangsung dalam jangka waktu lama, Chairul Tanjung menilai hal ini akan berpengaruh pada perekonomian Indonesia.

Analis Sebut IHSG akan Dikendalikan Nilai Tukar Rupiah dan Sentimen Kenaikan Suku Bunga The Fed

Diberitakan sebelumnya dari Reuters.com, Selasa (18/9/2018), dalam sebuah pernyataan, Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif baru sebagai peringatan jika China melakukan tindakan balas dendam kepada petani atau industri AS.

"Kami akan segera mengejar fase ketiga, yaitu tarif sekitar 267 miliar dolar AS impor tambahan," ujar Trump.

Pejabat Senior Pemerintah menyebut pengenaan tarif baru akan mulai berlaku pada 24 September 2018 dan akan meningkat hingga 25 persen pada akhir 2018.

Hal ini memungkinkan perusahaan AS akan menyesuaikan rantai pasokan ke negara-negara alternatif. (TribunWow.com/ Qurrota Ayun)

Ikuti kami di
Penulis: Qurrota Ayun
Editor: Fachri Sakti Nugroho
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved