Pemilu 2019

Soal Eks Koruptor Boleh Nyaleg, Fadli Zon: Apakah Orang Itu Harus Dihukum Selamanya?

Fadli Zon mengingatkan jika mantan koruptor telah menjalani konsekuensi hukum terhadap apa yang telah mereka lakukan sebelumnya.

Soal Eks Koruptor Boleh Nyaleg, Fadli Zon: Apakah Orang Itu Harus Dihukum Selamanya?
Tribunnews.com
Wakil Ketua DPR RI 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon mengungkapkan partainya menghormati putusan Mahkamah Agung (MA) yang memperbolehkan mantan koruptor menjadi calon legislatif (caleg) dalam Pemilu 2019.

Dilansir TribunWow.com dari Kompas.com, Minggu (16/9/2018), Fadli Zon mengingatkan jika mantan koruptor telah menjalani konsekuensi hukum terhadap apa yang telah mereka lakukan sebelumnya.

"Apakah orang itu harus dihukum selamanya? Memangnya mereka itu manusia yang sempurna yang mengambil keputusan itu?" ujar Fadli Zon.

Fadli Zon juga menyebut mantan koruptor telah membayar kesalahan yang dilakukan melalui hukuman yang dijalani sebelumnya.

Menurut Fadli Zon, Gerindra berpegang pada Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Eddy Soeparno Tuturkan PAN Tetap Tak akan Usung Eks Koruptor sebagai Caleg

Fadli Zon menilai, jika ingin melarang koruptor menjadi caleg, maka diperlukan revisi Undang-Undang Pemilu.

"Kalau undang-undangnya mengatakan lain (melarang) ya itu bicara lain. Tolong jangan dipelintir-pelintir, itu kan kata undang-undang. Itulah yang kita ikuti. Undang-undangnya saja ikuti," jelas Fadli Zon.

Meski demikian, Fadli Zon menyebut partainya tetap menjunjung semangat anti-korupsi.

Diberitakan dari Kompas.com, MA menyatakan bahwa larangan mantan narapidana kasus korupsi menjadi caleg bertentangan dengan Undang-Undang Pemilu.

Sebelumnya MA telah menguji materikan pasal tentang larangan bagi mantan narapidana kasus korupsi, mantan bandar narkoba dan eks narapidana kasus kejahatan seksual pada anak untuk maju menjadi calon legislatif.

PAN Tegaskan Tak Akan Calonkan Eks Koruptor Jadi Anggota Legislatif di Pemilu 2019

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Qurrota Ayun
Editor: Fachri Sakti Nugroho
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help