Jokowi: Persatuan dan Kerukunan adalah Aset Terpenting yang Dimiliki Bangsa

Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa Persatuan dan Kerukunan adalah elemen bangsa yang menjadi aset terpenting yang dimiliki bangsa

Jokowi: Persatuan dan Kerukunan adalah Aset Terpenting yang Dimiliki Bangsa
Biro Pers Setpres/Laily Rachev
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam dialog dengan mahasiswa Korea selepas kuliah umum di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), Seoul, Korea Selatan, pada Selasa, 11 September 2018. 

TRIBUNWOW.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa persatuan dan kerukunan adalah elemen bangsa yang menjadi aset terpenting yang dimiliki bangsa.

Dilansir TribunWow dari web Sekretaris Negara setneg.go.id pada Jumat (14/9/2018) hal ini disampaikan Jokowi ketika memberi sambutan dalam acara peresmian pembukaan Kongres ke-36 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di auditorium The Forest Rersort, Bogor, Jumat (14/9/2018).

Jokowi: Impian Saya sejak Dulu, Melihat Warga di Kawasan Terisolir Merasakan Buah Pembangunan

Jokowi mengatakan persatuan dan kerukunan penting bagi bangsa, maka seluruh anak bangsa diharapkan dapat menjaga dan merawat kerukunan di tengah perbedaan yang ada.

"Kesadaran itu sering kita lupakan sehingga saya sering mengingatkan bahwa kita ini betul-betul sangat beragam. Jangan sampai karena berbeda pilihan kita menjadi terpecah-pecah. Rugi besar bangsa ini," kata Jokowi.

Jokowi juga mengatakan bahwa semangat kerukunan dan persaudaran tanpa disadari sangat terasa dalam perhelatan Asian Games 2018.

Lewat Asian Games 2018, sebagian besar rakyat Indonesia kompak memberikan dukungan bagi para atlet Indonesia yang sedang bertanding pada waktu itu.

"Begitu kita bersatu tidak ada itu yang menanyakan yang main Pencak Silat agamanya apa dan dari suku apa. Yang main badminton tidak pernah ada yang ditanyakan agamanya apa, sukunya apa, tidak pernah! Ya memang seharusnya seperti itu," katanya.

Jokowi berharap kerukunan dan persaudaraan yang seperti itu yang terus ditanamkan dan dijaga keberlangsungannya.

Dalam sambutannya Jokowi juga berbicara tentang perubahan teknologi dan kondisi global yang begitu cepat sehingga harus disikapi dengan cermat.

Menurutnya, anak-anak muda merupakan ujung tombak bangsa yang paling mampu untuk mengikuti dan mengantisipasi terhadap perubahan-perubahan dunia.

Jokowi menjelaskan tentang revolusi industri keempat yang perubahannya tiga ribu kali lebih cepat dibanding revolusi industri pertama.

Sehingga bangsa Indonesia harus benar-benar mempersiapkan diri agar mampu bersaing dengan global.

"Ada yang harus kita siapkan, yang harus kita antisipasi, itulah pekerjaan besar kita. Kita bisa melakukan lompatan kalau kita bisa merencanakan dan mengantisipasi terhadap perubahan-perubahan yang ada. Kalau tidak betul-betul ditinggal kita," tutur Jokowi

Para peserta kongres GMKI begitu antusias mendengarkan sambutan dari Presiden Joko Widodo.

Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, dan Ketua Umum PP GMKI Sahat Martin Philip Sinurat. (TribunWow.com/Gigih Prayitno)

Ikuti kami di
Penulis: Gigih Prayitno
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help