Faisal Basri: Investasi di Indonesia Tidak Pernah Didominasi Asing

Melalui situs pribadinya, Faisal Basri menulis bahwa investasi di Indonesia tidak pernah didominasi oleh asing.

Faisal Basri: Investasi di Indonesia Tidak Pernah Didominasi Asing
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Pakar Ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri. 

TRIBUNWOW.COM - Ekonom senior dari Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri memberikan penjelasan terkait investasi asing yang ada di Indonesia.

Dilansir TribunWow.com dari laman pribadi Faisal Basri, Faisalbasri.com, Selasa (11/9/2019), Faisal menyebut bahwa investasi di Indonesia tidak pernah didominasi oleh asing.

Menurut Faisal, data membuktikan jika investasi asing di Indonesia sangat kecil.

Penanaman modal langsung oleh asing disebut Faisal hanya 5 persen dari seluruh pembentukan modal tetap bruto.

Faisal membenarkan jika akumulasi penanaman modal asing langsung di Indonesia mengalami peningkatan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Peningkatan terbesar terjadi pada kurun waktu 2011 hingga 2016.

Faisal Basri Sebut Impor Indonesia serupa Air Bah, Dahnil Simanjuntak dan Zara Zettira Beri Tangapan

Dalam lamannya, Faisal juga menyajikan data investasi di beberapa negara.

Dalam data tersebut, peranan investasi asing dalam perekonomian Indonesia tidak sebesar kebanyakan negara tetangga.

Data menyebutkan investasi asing di Indonesia hanya lebih tinggi dari Filipina.

Peran asing dalam pembentukan modal tetap bruto Indonesia berada di bawah rata-rata Asia.

Bahkan jika dibandingkan dengan Bolivia, Indonesia masih jauh lebih rendah.

Data investasi negara Asia
Data investasi negara Asia (faisalbasri.com)

Tanggapi Sri Mulyani soal Pelemahan Rupiah, Jansen Sitindaon: Lepas Saja sampai Rp 30 Ribu

Faisal Basri menyebut di Indonesia Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lebih mendominasi seluruh sektor yang ada.

Di antaranya listrik, air, gas, pertambangan, minyak mentah, kilang minyak, perbankan, asuransi. konstruksi, bandara, pelabuhan, kereta api, jalan tol, pom bensin, pupuk, dan konstruksi.

BUMN, menurut Faisal, juga mendominasi jenis usaha seperti garam, semen, baja, maskapai penerbangan, angkutan laut, dan angkutan barat.

Penjelasan melalui laman pribadinya tersebut, menurut Faisal Basri, diberikan untuk menjawab isu panas yang hampir selalu muncul menjelang pemilihan umum. (TribunWow.com/ Qurrota Ayun)

Ikuti kami di
Penulis: Qurrota Ayun
Editor: Astini Mega Sari
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved