Pilpres 2019

Ada Gerakan Separatis di Medsos, Fadli Zon Tegur Jokowi: TNI Polri Jangan Dipakai Alat Politik

Fadli Zon tegur Jokowi usai menemukan sebuah akun twitter yang menggalang dukungan gerakan separatisme Papua Merdeka.

Ada Gerakan Separatis di Medsos, Fadli Zon Tegur Jokowi: TNI Polri Jangan Dipakai Alat Politik
Kolase Kompas.com/ Instagram @sekretariat.kabinet
Fadli Zon - Presiden Jokowi 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menemukan sebuah akun twitter yang menggalang dukungan gerakan separatisme Papua Merdeka.

Lewat unggahan twitternya, Fadli Zon mengingatkan Presiden Joko Widodo agar mengatasi gerakan separatisme dengan tegas.

Ia juga mengimbau agar institusi keamanan seperti TNI dan Polri berfokus untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bukannya digunakan sebagai alat politik.

"P @jokowi grkn separatisme wajib diatasi tegas. Institusi pertahanan keamanan intelijen difokuskan jaga NKRI. Jgn dipakai alat politik 2019," cuit Fadli, Minggu (9/9/2018).

Teddy Gusnaidi Usulkan Roy Suryo Jadi Ketua Timses Prabowo-Sandi: Mampu Meraup yang Tidak Bersuara

Fadli Zon
Fadli Zon (Twitter @fadlizon)

Sementara itu pada 2017 lalu, Kelompok kriminal separatis bersenjata di Papua terus melakukan aksinya.

Kelompok tersebut melakukan bahkan melakukan penyanderaan terhadap warga sipil dan mengancam perlawanan terhadap TNI dan Polri.

Tak hanya itu, Gerakan Papua Merdeka telah menyebar ke ranah akademisi.

Sebanyak 34 orang mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) diamankan aparat kepolisian karena diduga terlibat gerakan separatisme Papua Merdeka.

Tanggapan Fahri Hamzah soal Kasus Roy Suryo yang Belum Kembalikan Barang Milik Negara

Mereka ditangkap di halaman depan kampus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Selasa (4/9/2018) siang.

Diduga, 34 mahasiswa ini ada kaitannya dengan aksi gerakan Papua Merdeka karena menyebarkan selebaran kegiatan United Liberation Movement For West Papua (ULMFWP) kepada masyarakat dengan menggunakan media sosial ataupun membagikannya di jalan-jalan.

Diketahui, isi selebaran ULMFWP itu menyerukan agar pelajar dan pegawai serta masyarakat meliburkan diri dan ikut berkumpul untuk aksi damai menyerukan penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua.

Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav Robby Urbinas mengungkapkan, mereka diamankan lantaran ketahuan melakukan aksi atas tindak lanjut dari selebaran yang disebar oleh ULMFWP di berbagai media sosial beberapa hari terakhir ini.

Mahfud MD Tanggapi Isu Jokowi Harus Mundur saat Mencalonkan Diri sebagai Presiden

“Saat ini oleh penyidik tengah melakukan klarifikasi terhadap 34 orang yang kita amankan itu. Walaupun kegiatannya dilakukan di dalam kampus, akan tetapi tujuannya sudah jelas tidak menjaga keutuhan negara kita, apalagi tidak masuk dalam agenda resmi universitas. Itu sebabnya kami melakukan pembubaran dan mengamankan mereka untuk dimintai klarifikasinya,” ungkap Gustav di Mapolres Jayapura Kota, Selasa malam, dilansir TribunWow dari Kompas.com.

Gustav juga menyebutkan, adapun barang bukti yang diamankan aparat kepolisian berupa pengeras suara serta spanduk berisi ucapan terima kasih kepada Vanuatu dan Solomon (untuk dukungannya kepada West Papua), persis kaitannya denga isi selebaran itu.

“Ini semuanya mahasiswa. Itu sebabnya kami akan minta klarifikasi kepada pihak kampus. Bagaimana ada orang di luar kampus bisa membuat kegiatan di area kampus atau kalau kegiatannya resmi dalam agenda kampus, kami kepolisian tidak akan masuk ke lingkungan kampus. Kenapa saya masuk? Karena arah kegiatannya tidak menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia (NKRI),” tegasnya. (TribunWow.com/Ekarista R.P)

Ikuti kami di
Penulis: Ekarista Rahmawati P
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved