Pilpres 2019

Jawaban Mahfud MD saat Ditanya Mendukung Prabowo-Sandi atau Jokowi-Ma'ruf Amin?

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD tampak melakukan sesi tanya jawab dengan sejumlah followers atau pengikutnya di Twitter.

Jawaban Mahfud MD saat Ditanya Mendukung Prabowo-Sandi atau Jokowi-Ma'ruf Amin?
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Mahfud MD 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD tampak melakukan sesi tanya jawab dengan sejumlah followers atau pengikutnya di Twitter.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut seperti yang diunggah melalui akun Twitter @mohmahfudmd pada Sabtu (8/9/2018).

Satu di antaranya adalah tanya jawab mengenai dukungan politik.

Awalnya, Mahfud MD mengunggah postingan mengenai persatuan bangsa.

Menurutnya, meski di tengah kondisi yang agak terpecah, masih ada indikasi kuah bahwa kebersatuan masayarakat cukup kuat.

Andi Arief: Partai Demokrat Siap Memberi Masukan pada Pak Jokowi jika Diperlukan

Ia pun mencontohkan bersatunya masyarakat saat Asian Games hingga ketika terjadi bencana gempa bumi di Lombok.

"Di tengah adanya sedikit kekhawatiran bhw ikatan kebangsaan agak terkoyak msh ada indikasi kuat bhw kebersatuan kita cukup kuat.

Saat Asian Games kita bersatu menggemakan semangat merah putih.

Saat ada gempabumi di NTB kita saling bantu tanpa sekat2 agama, suku, daerah. Indahnya!" tulis Mahfud MD.

Postingan tersebut kemudian mendapat sejumlah pertanyaan dari netter, seperti berikut ini.

Dukungan Politik

Netter dengan akun @jarotrahmat9 menanyakan siapa yang didukung Mahfud MD.

"Pak mahfud dukung siapa sih?," tanyanya.

Menjawab hal tersebut, Mahfud MD mengaku jika dirinya mendukung semua pihak yang memiliki komitmen untuk merawat bangsa Indonesia dengan dasar Pancasila.

"Saya mendukung semua yang berkomitmen utk merawat keberlangsungan NKRI dgn dasar Pancasila. Itu adalah azimat eksistensi kita," jawab Mahfud.

Rizal Ramli Sindir Jokowi, Fahri Hamzah: Bagaimana Cara Kita Membantu Dia Bang?

 

Masyarakat Hanya Bersatu di Momen Tertentu?

Warganet dengan akun @President_Beck memberikan pertanyaan kepada Mahfud MD mengenai persatuan.

Ia menanyakan (merujuk dari postingan pertama Mahfud), apakah itu artinya masyarakat hanya bersatu pada saat-saat tertentu saja?

"Apakah ini berarti semangat persatuan kita hanya bersifat temporary pada momen-momen tertentu saja Prof?," tulisnya.

Menanggapi hal ini, Mahfud MD memberikan penjelasan, bahwa yang terjadi justru sebaliknya.

"Tidak, justeru sebaliknya menurut saya. Di sanubari terdalam bangsa kita ada ikatan kebersatuan yg kuat.

Yang bersifat temporary itu justeru gejala keretakannya. Gejala keretakan itu biasanya muncul dlm kontestasi politik sj spt saat pemilu, pilkada, dsb," kata Mahfud MD.

Sekat-sekat Politik

Kali ini, Mahfud MD mendapat pertanyaan mengenai sekat-sekat politik dari netizen @Sang_Tadulako.

"Pak prof @mohmahfudmd apakah politik itu harus mengesampingkan silaturahim yg terjalin selama ini..?? Kok kelihatan sekali sekat sekat itu prof..#politik_kejam," ujarnya.

Membalas pertanyaan tersebut, Mahfud MD memberikan penjelasan jika dalam politik, silahturahmi kerap dikesampingkan, akan tetapi yang seharusnya terjadi tidak demikian.

Lebih lanjut, Mahfud MD mengajak masyarakat untuk saling memperkuat silahturahmi.

"Politik dlm arti pergulatan utk memperoleh kekuasaan (merebut dan mempertahankan kekuasaan) memang sering mengesampingkan silaturrahim.

Tetapi politik dlm arti sarana perjuangan utk berpartisipasi memajukan bangsa seharusnya memperkuat silaturrahim.

Mari perkuat silaturrahim sj," terang Mahfud MD.

Ketua Progres 98 Faizal Assegaf: Semoga Erick Thohir Dapat Membuat Sandiaga Insaf

 

Hukum dan Demokrasi

Tak hanya soal politik, Mahfud MD juga mendapat pertanyaan mengenai hukum, seperti yang dilontarkan oleh netter @indraku03492077 berikut ini.

"Prof @mohmahfudmd ijin tanya.

Apa maksud dari,, Hukum Mengayomi Demokrasi dan Demokrasi Menjaga Hukum..? Ataukah ada ruang pemisah diantara keduanya,? Atau keduanya takkan terpisah,?," tanyanya.

Menjawab pertanyaan itu, Mahfud MD mengatakan jika hukum dan demokrasi bak dua sisi dari sekeping uang.

"Hukum tanpa demokrasi bisa elitis dan diskriminatif; demokrasi tanpa hukum bisa anarkis. Hukum dan demokrasi adalah dua sisi dari sekeping uang," jawab Mahfud MD.

Diketahui, Mahfud MD kerap melakukan diskusi dengan para pengikutnya di Twitter.

Mahfud menerangkan jika dirinya menyukai diskusi asalkan diskusi tersebut tidak provokatif.

Meski demikian, Mahfud MD tak segan untuk memblokir akun-akun yang memojokan atau hanya mencari ribut, bukannya diskusi secara sehat.

Fadli Zon Kritik Jokowi soal Pelemahan Rupiah, Jubir PSI: Kamu Sibuk Nyinyir, Dia Sibuk Kerja

 

(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)

Ikuti kami di
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Mohamad Yoenus
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved