Home »

Video

Tifatul Sembiring Soroti Pidato Jokowi yang Terlalu Banyak Bicara soal Pembangunan Infrastruktur

Tifatul Sembiring menyoroti pidato Presiden Joko Widodo dalam sidang tahunan MPR, DPR, DPD yang terlalu banyak bicara soal pembangunan infrastruktur.

Tifatul Sembiring Soroti Pidato Jokowi yang Terlalu Banyak Bicara soal Pembangunan Infrastruktur
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Tifatul Sembiring 

TRIBUNWOW.COM - Anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring menyoroti pidato Presiden Joko Widodo dalam sidang tahunan MPR, DPR, DPD yang terlalu banyak bicara soal pembangunan infrastruktur.

Menurut dia, Presiden Jokowi hanya menonjolkan infrastruktur, namun mengesampingkan kebutuhan pokok dan mendasar yang dibutuhkan rakyat.

Pemerintah Tetapkan RAPBN 2019 Mencapai Rp 2,4 Triliun

"Saya setuju infrastruktur dibangun terutama sampai ke papua. Tapi untuk pengembangan lebih lanjut nanti harus diseimbangkan anggarannya," kata Tifatul usai menghadiri sidang tahunan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

"Jangan sampai kita fokus ke infrastruktur kemudian yang lain agak terbengkalai seperti subsidi terhadap masyarakat, kenaikan harga BBM, dan juga berbagai tarif seperti tarif listrik," tambah Anggota Komisi VII DPR ini.

Menurut Tifatul, persoalan kebutuhan pokok masyarakat ini juga sudah disampaikan secara tersirat dalam pidato Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Zulkifli yang berpidato sebelum Jokowi, menyebut bahwa para ibu resah dengan harga kebutuhan pokok yang kerap mengalami kenaikan.

Soroti Kekurangan Pemerintahan, Pidato Zulkifli Hasan Dapat Beragam Komentar

"Memang keluhan di bawah itu memang banyak ya. Kita anggota DPR terjun ke masyarakat, kemudian berdialog dengan masyarakat banyak keluhan itu tarif listrik naik, harga bahan bakar naik, harga harga juga sudah naik, terutama telur, ya," kata dia.

"DPR pun nasi kotaknya telornya separuh, kena imbasnya," tambah dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tifatul: Banyak Keluhan di Masyarakat terkait Harga Kebutuhan Pokok"

TONTON JUGA:

Ikuti kami di
Editor: Kurnia Aji Setyawan
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help