Penampakan Air Terjun Buatan Manusia Tertinggi di Dunia, Jatuh dari Atas Gedung Pencakar Langit

Air terjun yang mengalir dari atas sebuah gedung pencakar langit dan terus mengalir di sisi gedung tersebut rasanya hanya bisa disaksikan di film-film

Penampakan Air Terjun Buatan Manusia Tertinggi di Dunia, Jatuh dari Atas Gedung Pencakar Langit
capture youtube
Air terjun dari atas gedung pencakar langit 

TribunWow.com - Air terjun yang mengalir dari atas sebuah gedung pencakar langit dan terus mengalir di sisi gedung tersebut rasanya hanya bisa disaksikan di film-film saja.

Namun siapa sangka, ternyata kita dapat melihatnya dalam kehidupan nyata.

Kota Guiyang, Cina ternyata memiliki air terjun setinggi 354 kaki di salah satu gedung pencakar langitnya.

Dilansir TribunWow dari odditycentral.com pada Senin (30/7/2018), website ini membagikan cerita soal air terjun yang menakjubkan.

SBY Kenakan Sepatu Louis Vuitton saat Temui Prabowo, Budiman Sudjatmiko Beri Tanggapan

Aliran air beriak di bawah sinar matahari ini juga menciptakan pelangi abadi di depan gedung pencakar langit bernama Liebian International Plaza.

Berukuran 108 meter (354 kaki), keajaiban teknologi ini diyakini sebagai air terjun buatan tertinggi di dunia.

Ketika air terjun Liebian International Plaza pertama kali dinyalakan, banyak penduduk setempat yang diduga percaya bahwa aliran air besar-besaran itu adalah hasil dari pipa-pipa yang meledak di suatu tempat di gedung pencakar langit.

Pada kenyataannya, air terjun ini didukung oleh instalasi mengesankan yang terdiri dari penyimpanan air bawah tanah dan sistem drainase dan pompa yang kuat.

"Bangunan kami memiliki sistem penyimpanan air dan drainase empat lantai, dari mana air dipompa dan didaur ulang," Mr. Cheng, juru bicara Guizhou Ludiya Property Management Co, Ltd, mengatakan kepada Kan Kan News baru-baru ini,

Ia kemudian menambahkan, sumber utama untuk air adalah air keran yang didaur ulang, serta air hujan.

Nostalgia, Meisya Siregar Bagikan Cerita Perjalanan Cintanya dengan Bebi Romeo

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Fachri Sakti Nugroho
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help