Pemilu 2019

Tsamara Amany Pertanyakan Sikap Parpol yang Izinkan Mantan Koruptor Nyaleg

Tsamara Amany menanggapi sebuah pemberitaan soal wakil rakyat yang ingin maju dalam pemilihan legislatif 2019 meski pernah tersandung kasus korupsi.

Tsamara Amany Pertanyakan Sikap Parpol yang Izinkan Mantan Koruptor Nyaleg
TRIBUN/DANY PERMANA
Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany menyambangi redaksi Tribunnews.com di Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (27/3/2018). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNWOW.COM - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany menanggapi sebuah pemberitaan soal wakil rakyat yang ingin maju dalam pemilihan legislatif 2019 meski pernah tersandung kasus korupsi.

Seperti diberitakan Kompas.com, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik mengaku akan mencalonkan diri sebagai calon legislatif DPRD pada pemilihan legislatif 2019 nanti.

Taufik mengatakan, akan mendaftarkan diri di KPU DKI Jakarta pada 17 Juli 2018 nanti, atau pada saat hari terakhir pendaftaran.

"Nanti tanggal 17," ujar Taufik, di gedung DPRD, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018).

Politisi Demokrat & Golkar Perang Tweet tentang Partai yang Paling Banyak Melakukan Politik Dinasti

Taufik menilai, Peraturan KPU (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota yang melarang mantan koruptor untuk mencalonkan diri, sudah berubah.

"Sudah boleh lagi kan. Dari dulu juga begitu, yang lalu kan gitu juga," ujar Taufik.

Taufik diketahui pernah tersandung kasus korupsi saat menjabat Ketua KPU DKI Jakarta.

Ia divonis 18 bulan penjara pada 27 April 2004 karena merugikan uang negara sebesar Rp 488 juta dalam kasus korupsi pengadaan barang dan alat peraga Pemilu 2004.

Fifi Lety: Ahok Memilih Bebas Murni, Bukan Bersyarat

Terkait hal itu, Tsamara Amany memberikan tanggapannya melalui akun Twitter, @TsamaraDKI, Rabu (11/7/2018).

Politisi PSI itu menilai pentingnya partai politik untuk menyediakan wakil rakyat terbaik bagi publik dalam pemilu.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Rekarinta Vintoko
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help