Ketum PB HMI: Jangan Gunakan Simbol dan Nama HMI untuk Dukung Calon Presiden

Ketua PB HMI memberikan klarifikasi soal pencatutan nama HMI di sebuah acara deklarasi pengusungan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres).

Ketum PB HMI: Jangan Gunakan Simbol dan Nama HMI untuk Dukung Calon Presiden
Tribunnews.com
Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Respiratori Saddam Al Jihad 

Berikut pernyataan sikap Ketua Umum PB HMI:

"Setelah saya memperhatikan dengan seksama, atas rencana deklarasi yang akan dilakukan oleh oknum KAHMI pada tanggal 12 Juli 2018 di Jakarta.

Sekiranya penting untuk saya memberikan poin-poin klarifikasi, demi menyelamatkan nama baik dan citra organisasi HMI, yang tercatut dalam pesan yang beredar.

HMI adalah aset umat dan bangsa yang memiliki tradisi intelektual yang kuat, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip idealisme.

Oleh karena itu, segala bentuk sikap pragmatisme tidak dapat dibenarkan di HMI, apalagi persoalan perebutan kekuasaan politik.

Saya selaku Ketua Umum PB HMI berharap kepada seluruh pengurus Majelis Nasional KAHMI, agar tidak menggunakan simbol serta nama organisasi HMI untuk dukung-mendukung calon Presiden.

1. PB HMI menolak segala bentuk klaim politik yang dapat merugikan dan merusak marwah organisasi HMI.

2. Dengan membahasakan anggota HMI, KAHMI berpotensi akan menyeret nama organisasi ini ke arah politik praktis. Padahal, HMI bersifat Independen dan bebas dari kepentingan kekuasaan.

3. PB HMI menyerukan kepada seluruh kader untuk tetap menjaga marwah independensi etis dan organisatoris, sebagai wujud pertanggungjawaban sosial HMI terhadap umat dan bangsa.

4. Dalam pendefinisian tersebut, telah terjadi generalisir dan tafsir yang sesat. Karena secara politik HMI bersifat bebas dan mandiri, artinya pendefinisian Keluarga Besar HMI yang diklaim oleh KAHMI cukup melukai independensi etis dan organisatoris HMI.

5. PB HMI perlu memyampaikan bahwa Himpunan Mahasiswa Islam tidak ada keterhubungan Politik manapun dalam konteks praktis dengan kandidat tertentu.

6. Semestinya KAHMI melakukan agenda pembinaan yang bersifat akademis dan edukatif pada setiap anggota HMI, bukan kemudian membuat agenda politik yang bersifat pragmatis." (TribunWow.com/Woro Seto)

Ikuti kami di
Penulis: Woro Seto
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved