Jika Gerindra dan PKS Pecah Kongsi, Analis Politik LIPI: Anies Baswedan Tidak Bersedia Jadi Cawapres

Syamsuddin Haris angkat bicara soal pemberitaan terkait Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan Partai Gerindra.

Jika Gerindra dan PKS Pecah Kongsi, Analis Politik LIPI: Anies Baswedan Tidak Bersedia Jadi Cawapres
Capture Kompas TV
Syamsuddin Haris 

TRIBUNWOW.COM - Analis Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris angkat bicara soal pemberitaan terkait Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan Partai Gerindra.

Seperti diberitakan Kompas.com, anggota Majelis Syuro PKS, Tifatul Sembiring, menyatakan, partainya lebih memilih pecah kongsi dengan Partai Gerindra jika kadernya tak ada yang dipilih menjadi calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto.

Ia mengatakan, saat ini memang banyak partai yang menghendaki kadernya menjadi cawapres pendamping Ketua Umum Gerindra itu.

Di antaranya ialah PAN yang menyodorkan Ketua Umum Zulkifli Hasan dan Demokrat yang mengusulkan Agus Harimurti Yudhoyono.

"Itu enggak bisa ditawar. Cawapres harus dari PKS. Kami enggak mau jadi penggembira saja dalam pilpres ini. Kalau kami disuruh dukung-dukung saja, mungkin enggak? Mungkin kami lebih baik jalan masing-masing saja," kata Tifatul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Karena itu, PKS membuka opsi berkoalisi dengan partai lainnya, seperti Demokrat, untuk meloloskan opsi cawapres dari partainya.

Meski Gerindra memunculkan opsi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai cawapres pendamping Prabowo, Tifatul optimistis kader dari PKS tetap yang dipilih.

Terkait hal itu, Syamsuddin Haris memberikan tanggapannya melalui akun Twitter, @sy_haris, yang diunggah pada Rabu (11/7/2018).

Jika Partai Gerindra dan PKS pecah kongsi, kata dia, menunjukkan oposisi Jokowi belum solid.

Peneliti senior itu mengatakan bila Gerindra benar-benar meninggalkan PKS, maka calon wakil presiden hanya ada dua nama, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) atau Zulkifli Hasan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Rekarinta Vintoko
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help