Soal Cawapres Jokowi, Cak Imin: Kalau Bukan Saya Dikhawatirkan Bisa Kalah

Bahkan, Cak Imin mengatakan jika bukan berpasangan dengan dirinya, dikhawatirkan Jokowi bisa kalah dalam pilpres 2019.

Soal Cawapres Jokowi, Cak Imin: Kalau Bukan Saya Dikhawatirkan Bisa Kalah
Kompas.com
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menjajal kereta Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (2/1/2018) 

TRIBUNWOW.COM - Gelaran Pemilihan Presiden (pilpres) 2019 mendekati masa-masa akhir pendaftaran calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Spekulasi terkait siapa cawapres yang mendampingi Prabowo dan Joko Widodo (Jokowi) semakin santer terdengar.

Setelah bertarung di pilpres 2014, Jokowi kembali akan bertarung di pilpres 2019.

Namun, hingga kini, Jokowi belum resmi mengumumkan siapa cawapres yang akan mendampinginya, Selasa (10/7/2018).

Sebagai partai koalisi dari Jokowi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), melalui ketua umumnya, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin percaya diri akan menjadi cawapres Jokowi.

Bahkan, Cak Imin mengatakan jika bukan berpasangan dengan dirinya, dikhawatirkan Jokowi bisa kalah dalam pilpres 2019.

"Ya nanti kita lihat mana yang paling kuat bisa menopang, saya cuman bisa mengingatkan, kalau bukan saya dikhawatirkan bisa kalah," kata Cak Imin yang dikutip TribunWow.com dari tayangan YouTube CNN.

Sementara itu, dikutip dari Tribunnews, nama Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar disebut tidak masuk dalam kantong Jokowi sebagai calon wakil presiden.

Merespon hal tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Jazilul Fawaid menerangkan, sejumlah kiai Nahdlatul Ulama mendorong Muhaimin alias Cak Imin untuk maju dalam Pemilihan Presiden 2019.

"Buat para pengusungnya harga mati. Tapi para kiai yang memberikan mandat pasti harga mati sampai terakhir," ujar Jazilul di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Menurut Jazuli, pernyataan kubu PDIP yang menyebut nama Cak Imin tidak masuk dalam kantong Jokowi sebagai cawapres, belum dapat dipastikan sebelum Jokowi sendiri yang mengumumkan siapa sosok pendampingnya.

Jazuli meyakini, pada akhirnya Cak Imin yang akan dipilih Jokowi menjadi cawapres.

Karena merupakan pasangan yang melengkapi, yakni nasionalis liberal dan nasionalis agamais.

"Menurut PKB, Jokowi-Cak Imin, ideal sebagai pasangan," kata Jazuli.

"Kita tidak pernah tahu apa yang ada di dalam saku (Jokowi)," tambahnya. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)

Ikuti kami di
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved