Analis Politik LIPI: Ada Fenomena Pembodohan Pilpres Kita, Ironis

Anallis politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris mengungkapkan ada fenomena pembodohan pada pemilihan presiden (pilpres).

Analis Politik LIPI: Ada Fenomena Pembodohan Pilpres Kita, Ironis
Capture Kompas TV
Syamsuddin Haris 

TRIBUNWOW.COM - Anallis politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris mengungkapkan ada fenomena pembodohan pada pemilihan presiden (pilpres).

Hal itu diungkapkan Syamsuddin Haris melalui akun Twitter miliknya, @sy_haris, Selasa (10/7/2018).

Menurut Syamsuddin seharusnya bukan siapa calon wakil presiden (cawapres) dari Prabowo maupun Jokowi yang seharusnya ditanyakan.

Seharusnya, Prabowo sebagai pesaing harus ditanya terkait visi dan platform politik yang diusung olehnya untuk mengalahkan Jokowi.

Sementara Jokowi seharusnya ditanya mengenai apakah program nawacita akan dilanjutkan atau diperbaharui.

"Semua media bertanya, siapa cawapres Jokowi, atau Prabowo.

Tdk pernah ada yg tanya, apa visi & platform politik yg diusung oposisi dlm upaya kalahkan Jokowi.

Jg tdk ada yg tanya, apakah nawacita Jkw msh dilanjutkan atau diperbarui.

Itulah fenomena pembodohan pilpres kita. Ironis," kata Syamsuddin.

Tweet tersebut mendapatkan balasan dari akun @elzataher.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved