Pemilu 2019

Soal Partai Setan dan Partai Allah, TGB: Saya Tidak Setuju, Itu Salah Konteks

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang Zainul Majdi (TGB) menyatakan tidak setuju dengan adanya sebutan partai Allah dan partai setan.

Soal Partai Setan dan Partai Allah, TGB: Saya Tidak Setuju, Itu Salah Konteks
Tribunnews
Tuan Guru Bajang Zainul Majdi 

TRIBUNWOW.COM - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang Zainul Majdi (TGB) menyatakan tidak setuju dengan adanya sebutan partai Allah dan partai setan.

Dilansir TribunWow.com dari Kompas TV, TGB terang-terangan menyebut jika penggolongan partai Allah dan partai setan adalah sebuah kekeliruan.

"Saya tidak setuju dengan penggolongan partai Allah dan partai setan, itu salah konteks, karena partai apa yang ada di Indonesia bisa mengeklaim partainya sebagai hizbullah, dengan kriteria apa dirinya bisa menyebut partainya hizbullah, lalu dengan kriteria apa orang bisa menyebut partai setan, atas dasar apa menuduh sebuah partai setan, sehingga menurut saya penggunaan istilah dalam konteks diametral antara keimanan dan kekufuran antara haq dan bathil tidak pas digunakan untuk kostestasi politik, seharusnya politk dijadikan hal-hal untuk menggali yang positif," ujar TGB.

Tak Menganjurkan Ayat-ayat Perang dalam Kampanye Politik, TGB: Politik Itu Berlomba dalam Kebaikan

Sebelumnya, politisi Demokrat itu mengatakan bahwa tidak boleh menggunakan ayat-ayat yang berisi soal perang sebagai ceramah untuk politik

Menurutnya kontestasi politik berbeda dengan perang.

"Ada banyak sekali beberapa orang, berorasi di depan publik, ada ayat Surat Ali Imran, Al Anfal, dan At-Taubah, itu yag kerap digunakan untuk konstestasi politik, nah saya menganjurkan agar tidak menggunakan ayat-ayat perang, saya tidak bisa membayangkan jika publik berpikir bahwa pilkada seperti halnya perang yang dilakukan Rosulullah dan para sahabat, pasti hal itu akan terjadi permusuhan, padahal tahun 2014 belum selesai dan besok 2019 diproduksi lagi," ujar TGB.

TGB lantas mengatakan bahwa di dalam pemilu yang paling penting adalah kompetisi dalam kebaikan.

"Dalam konteks ayat perang saat itu kaum kafir quraish ingin menghancurkan Madinah, peperangan antara yang haq dan bathil (benar dan salah), sementara saat ini kan tidak ada yang ingin menghancurkan, semuanya ingin berbuat baik agar Indonesia maju ke depan, Indonesia yang mampu kompetitif dengan negara lain," ujar TGB.

Menteri Maju Jadi Caleg, Dahnil Anzar: Ini Masalah Standar Etika Saja

Menurutnya, pemilu hanya mekanisme mencari pemipin yang terbaik

"Pemilu adalah mekanisme 5 tahunan, kita bisa mencari yang terbaik, hal-hal yang bisa ditawarkan untuk bangsa, maka itu yang kita pilih," ujarnya.

Moeldoko Anggap Dukungan TGB ke Jokowi Merupakan Bentuk Apresiasi terhadap Kinerja Pemerintah

Amien Rais sebut ada partai Allah dan partai setan

Seperti diketahui, Amien Rais usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2018) menyebut ada partai setan dan partai Allah.

"Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbut syaithan," ujar Amien Rais. (TribunWow.com/Woro Seto)

Ikuti kami di
Penulis: Woro Seto
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Kompas TV
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help