Pilkada Serentak 2018

Hasil Survei vs Real Count Paslon ASYIK Beda Jauh, Gerindra Dorong Dibuatnya UU soal Lembaga Survei

Partai Gerindra yang merupakan satu di antara 2 partai pengusung pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu, buka suara terkait hasil real count KPU.

Hasil Survei vs Real Count Paslon ASYIK Beda Jauh, Gerindra Dorong Dibuatnya UU soal Lembaga Survei
Tribunnews.com/JEPRIMA
Sudrajat dan Ahmad Syaikhu (ASYIK) 

TRIBUNWOW.COM - Partai Gerindra yang merupakan satu di antara 2 partai pengusung pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (ASYIK) pada Pilkada Jabar buka suara terkait hasil real count dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hal tersebut mereka sampaikan melalui akun Twitter @Gerindra yang diunggah pada Jumat (6/7/2018).

Gerindra menyoroti hasil survei lembaga survei dan hasil real count dari KPU yang terpaut jauh.

Mereka juga menyinggung hal serupa pernah terjadi pada Pilkada Jakarta 2017.

Hal itu membuat Gerindra meragukan hasil survei dan menanyakan apakah mereka menjadi salah satu alat kampanye.

TGB Zainul Majdi: Menyenangkan Semua Orang Itu Sesuatu yang Mustahil

Gerinda juga menyatakan jika pihaknya mendorong dibentuknya undang-undang yang mengatur lebih rinci peran lembaga survei.

Gerindra berharap adanya undang-undang tersebut bisa menghasilkan sebuah lembaga survei yang kredibel.

Berikut pernyataan Gerindra yang dikutip TribunWow.com dari akun Twitter resminya.

"Pemilihan kepala daerah 2018 di beberapa daerah, sudah dilewati dengan aman, tertib, dan damai.

Namun selalu ada cerita yang tertinggal pada perhelatan pesta demokrasi tiap 5 tahun tersebut.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved