Debat dengan Rambek soal Aturan Pencapresan, Najwa: Open Legal Policy atau Bukan Biar Dibahas MA

Mendengar ucapan Rambek, Najwa Shihab lantas mengatakan sudah tidak mau berdebat soal pasal 6.

Debat dengan Rambek soal Aturan Pencapresan, Najwa: Open Legal Policy atau Bukan Biar Dibahas MA
Youtube
Najwa Shihab dan Rambek Kamarul Zaman 

TRIBUNWOW.COM - Terjadi perdebatan antara politisi Gerindra A Riza Patria dengan politisi PDIP Adian Napitulu saat membahas soal ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold.

Dilansir TribunWow.com dari akun Youtube Najwa Shihab, Rabu (4/7/2018), mulanya politikus Golkar Rambek Kamarul Zaman berorasi selama 90 detik.

Rambek Kamarul Zaman sepakat dengan adanya sistem presidential threshold.

Menurutnya, UUD 1945 telah mengatur ambang batas pencalonan presiden, dari jumlah 20 persen kursi DPR atau 25 persen akumulasi dukungan terhadap partai politik pada pasal 6 ayat 2.

Kemudian, ia menambahkan jika sistem presidential threshold memperkuat sistem presidensial.

Setelah itu giliran, A Riza Patria memberikan orasinya. Politikus asal Gerindra itu tidak sepakat dengan sistem presidential threshold.

Sindir Kunjungan Kerja yang Dilakukan Sandiaga Uno, Guntur Romli: Sejak Awal Memang Mau Pelesiran

A Riza Patria mengatakan jika sistem presidential threshold telah menodai hati rakyat dan merupakan arogansi kekuasan.

Ia juga menambahkan agar rakyat yang memilih sendiri presiden, bukan partai politik.

Setelah itu, Najwa Shihab melemparkan pertanyaan soal presidential threshold yang bisa menguatkan sistem presidensial.

Feri Amsari selaku pemohon uji materi syarat ambang batas pencalonan presiden membeberkan pendapatnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Woro Seto
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help