Bantah Pernyataan Ahmad Riza Patria, Adian Napitupulu: Pasal 6 Selalu Kalah di MK

Debat antara Ahmad Riza Patria dan Adian Napitulu berlangsung panas di acara Mata Najwa.

Bantah Pernyataan Ahmad Riza Patria, Adian Napitupulu: Pasal 6 Selalu Kalah di MK
Youtube Mata Najwa
Ahmad Riza Patria dan Adian Napitulu 

TRIBUNWOW.COM - Debat antara Ahmad Riza Patria dan Adian Napitulu berlangsung panas di acara Mata Najwa

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Youtube Najwa Shihab yang diunggah pada Rabu (4/7/2018).

Dalam forum tersebut, dipertemukan kubu pendukung presidential threshold dan kubu yang menolak sitem presidential threshold.

Gelombang Panas Serang Kanada, 19 Orang Dilaporkan Tewas

Adian menyebut jika penolakan presidential threshold sudah berkali-kali dibahas di Mahkamah Konstitusi dan selalu kalah.

"Soal undang-undang pasal 6, itu sudah berkali-kali dibahas di Mahkamah Konstitusi dan selalu kalah, itu mau mencoba berapak kali lagi, mereka memiliki semnagat berlebihan, seperti UUMD3 di masa SBY saat itu, menurut saya kalau masalah pengujian di Mahkamah Konstitusi sudah berkali-kali, bahwa mereka menyoba berkali-kali ya nggak poapa, tapi jangan merasa pintar dan menghakimi yang lain, kita berbeda pendapat itu sah, itu wajar saja, tapi hakim penengah kita adalah Mahkamah Konstitusi," ujar Adian Napitulu.

Sebelumya, mulanya politikus Golkar, Rambek Kamarul Zaman berorasi selama 90 detik.

Rambek Kamarul Zaman sepakat dengan adanya sistem presidential threshold.

Menurutnya, UUD 1945 telah mengatur ambang batas presiden, dari jumlah 20 persen kursi DPR atau 25 persen akumulasi dukungan terhadap partai politik pada pasal 6 ayat 2.

Kemudian, ia menambahkan jika sistem presidential threshold memperkuat sistem presidensil.

Debat dengan Rambek soal Aturan Pencapresan, Najwa: Open Legal Policy atau Bukan Biar Dibahas MA

Setelah itu giliran, A Riza Patria memberikan orasinya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Woro Seto
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help