Ratna Sarumpaet Beri Klarifikasi usai Disebut Diusir Keluarga Korban KM Sinar Bangun
Aktivis sekaligus seniman Ratna Sarumpaet memberikan klarifikasi atas pemberitaan menyengkut dirinya yang viral.
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Aktivis sekaligus seniman Ratna Sarumpaet memberikan klarifikasi atas pemberitaan menyangkut dirinya yang viral.
Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter @RatnaSpaet yang diunggah pada Selasa (3/7/2018).
Dalam sejumlah berita dan video yang beredar, Ratna Sarumpaet disebut diusir oleh keluarga korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba.
Ratna Sarumpaet mengatakan apabila sosok perempuan yang berteriak mengusir dirinya ditengah pertengkarannya dengan Luhut Binsar Pandjaitan bukanlah dari pihak keluarga.
• Portugal Pulang Kampung, Via Vallen Jadi Nggak Semangat ke Rusia untuk Saksikan Piala Dunia 2018
Ia pun meminta agar orang-orang yang tidak tahu permahasalahannya untuk diam.
@RatnaSpaet: "Kalau tak tau msalah DIAM @ferdiriva!! Yg dberitakan "ngusir Ratna" bukan Kel.
Korban, tp seorang perempuan muda, teriak2 spt kesurupan, mengaku sbg dukun Penjaga Leluhur Nusantara, dipasang utk membentengi keputusan Pmerintah STOP evakuasi 164 korban di dasar Dn. Toba @KurniaNN"

• Resmi Bertunangan dengan Randi Bachtiar, Tasya Kamila Sampaikan Harapannya untuk Calon Suaminya
Diberitakan sebelumnya, terjadi adu mulut antara Ratna Sarumpaet dengan Luhut Binsar Pandjaitan.
Dikutip dari TribunMedan, setiba di Posko Tim Pencarian KM Sinar Bangun di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Senin (2/7/2018), Luhut langsung menggelar rapat dengan instansi terkait, di antaranya Dinas Perhubungan, Basarnas, TNI dan Kepolisian dan membahas perkembangan evakuasi KM Sinar Bangun hingga perbaikan sistem transportasi di Danau Toba.
Usai mendengar penjelasan dari Tim Gabungan, Luhut pun maju ke hadapan forum untuk memberikan pernyataan.
Saat itulah, Ratna menyela dan terjadi adu mulut dengan Luhut.
"Saya sedang berbicara. Nanti Anda (Ratna Sarumpaet) berbicara," ucap Luhut.
• Romahurmuziy Singgung Banyaknya Pihak yang Dicalonkan Jadi Capres: Parpol Pengusungnya Siapa?
Cekcok keduanya berlanjut hingga Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan menghampiri Ratna.
Walau sudah dihampiri Kapolres, Ratna tak kunjung berhenti berbicara hingga suasana semakin memanas.
Ratna kemudian menuturkan bahwa dirinya mewakili keluarga korban.
Sampai berita ini ditulis belum diketahui keluarga korban siapa yang ia dampingi.
Luhut pun tak mengizinkan Ratna berbicara dalam forum tersebut.
• Bambang Soesatyo Sebut KPU Berlebihan Larang Mantan Koruptor Jadi Caleg
Adu mulut masih sempat terjadi, dimana Ratna masih bersikeras bahwa dirinya mendampingi keluarga korban dan menyebut Luhut tak bisa melarangnya.
Sedangkan Luhut sempat mengatakan bahwa dirinya tak ada urusan dengan Ratna.
Di tengah pertengkarannya dengan Luhut, seorang perempuan tiba-tiba berdiri dan berbicara dengan Ratna.
"Ibu.. Saya lebih paham lagi Danau Toba. Jangan disalahkan pemerintah, masyarakat juga ada salahnya," kata perempuan itu. Hingga berita ini diturunkan, identitasnya belum diketahui.
"Kamu jangan mau dibayar!" balas Ratna.
"Saya tidak dibayar," jawab perempuan itu lagi.
Setelah situasi semakin memanas, seorang perempuan akhirnya menengahi dan meminta semuanya untuk tenang dan tidak ribut.
• Aksi Ratna Sarumpaet Kawal Keluarga Korban, Habiburokhman: Kita Harus Apresiasi
Setelah aksinya itu, Ratna Sarumpaet mengatakan kepada awak media jika dirinya tidak ingin evakuasi terhadap korban dihentikan.
"Saya gak mau ini dihentikan, sebelum semua mayat diangkat. Ini masalah kemanusiaan. Masalah kemanusiaan itu tidak lokal Tapanuli, Indonesia. It's internationally," kata Ratna Sarumpaet.
Ia berharap keluarga korban tidak tergiur iming-iming berupa uang untuk menghentikan proses pencarian hingga jasad yang sudah ditemukan dibiarkan tanpa perlu dievakuasi ke permukaan.
"Soal ini harus cari sampai selesai. Itu saja. That is my poin. Jadi jangan diiming-iming dengan janji-janji yang semalam disampaikan di kantor bupati. Itu gila, keluarga korban ada di situ. Mau dibayar Rp 69 juta lalu selesai. Gak bisa," imbuh Ratna Sarumpaet. (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)