Pemilu 2019

Tanggapan Ferdinand Hutahaean Jika SBY Berkoalisi dengan Jokowi

Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean memberikan tanggapannya jika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkoalisi dengan Jokowi

Tanggapan Ferdinand Hutahaean Jika SBY Berkoalisi dengan Jokowi
Kolase Tribunwow
Ferdinand Komentari jika SBY berkoalisi dengan Jokowi. 

TRIBUNWOW.COM - Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean memberikan tanggapannya jika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkoalisi dengan Jokowi.

Tanggapan tersebut diberikan Ferdinand melalui akun Twitter-nya, @LawanPolitikJKW, Senin (2/72018).

Mulanya, akun netizen @bejo_kopral memberikan pertanyaan pada Ferdinand mengenai tanggapannya jika akhirnya SBY berkoalisi dengan Jokowi.

"Bagaimana jika endingnya @SBYudhoyono berkoalisi sama @jokowi apa tanggapan anda?," tulis akun @bejo_kopral.

Situs KPU Diserang Hacker, Fadli Zon: Ini Skandal Besar, Tidak Bisa Dianggap Enteng

Menjawab hal tersebut, Ferdinand mengatakan jika partai Demokrat memutuskan itu, maka hal tersebut adalah suara keputusan.

Serta, setiap kader wajib untuk mengikutinya.

Ferdinand menambahkan, bagi kader yang tidak setuju, ada dua pilihan yakni diam atau mundur.

"Jika Partai memutuskan untuk itu, itu artinya suara keputusan. Maka kewajiban kader untuk ikut.

Bagi kader yang tidak setuju, ada 2 pilihan, DIAM atau MUNDUR," jawab Ferdinand.

Kicauan Ferdinand Hutahaean
Kicauan Ferdinand Hutahaean (TWITTER)

Polemik Pilkada Kalbar, Dahnil Simanjuntak: Para Radikalis Tunjukkan Wajah Sebenarnya

Sementara itu, dikutip Tribunwow dari Tribunnews, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan partainya serius untuk membentuk poros ketiga pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Keseriusan Partai Demokrat menginisiasi poros baru didasari hasil riset internal. Demokrat menemukan masih banyak rakyat yang menghendaki munculnya calon alternatif di Pilpres 2019.

"Kami berkeliling masih banyak rakyat yang menginginkan sosok alternatif," ucap Didi ditemui setelah diskusi Polemik bertema 'Pilkada, Kotak Kosong dan Pilpres' di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6/2018).

"Selain itu, perolehan kemenangan Demokrat di Pilkada Serentak 2018 mencapai 55 persen. Itu menjadi salah satu modal keyakinan bagi Partai Demokrat untuk memunculkan koalisi baru di Pilpres 2019 mendatang, tinggal kami serahkan kepada parpol atau pihak yang menginginkan adanya poros ketiga," Didi menambahkan.

Meskipun siap untuk membentuk poros ketiga, Partai Demokrat terus membangun komunikasi kepada parpol maupun pihak yang memiliki satu visi untuk mematangkan komitmen dan program apa yang nantinya bisa didorong bersama.

"Kerja sama apa, timbal balik apa yang bisa dibangun dan intinya itu untuk rakyat. Kalau kita berkoalisi tentunya apa yang bisa kita dapatkan poinnya take and give," pungkasnya. (Tribunwow/Tiffany Marantika)

Ikuti kami di
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved