4 Fakta Pencarian Korban Hilang KM Sinar Bangun yang Tenggelam di Perairan Danau Toba

Proses pencarian korban hilang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba pada Senin (18/6/2018) masih terus dilakukan.

4 Fakta Pencarian Korban Hilang KM Sinar Bangun yang Tenggelam di Perairan Danau Toba
Tribun Medan
Polres Samosir melakukan prarekonstruksi KM Sinar Bangun di Pelabuhan Simanindo, Sabtu (23/6/2018). Nakhoda kapal Tua Sagala dan ABK Reider Malau dan petugas Dishub Samosir yang mengutip retribusi dihadirkan. 

TRIBUNWOW.COM - Proses pencarian korban hilang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba pada Senin (18/6/2018) masih terus dilakukan.

Proses pencarian korban ini telah memasuki hari keenam, Sabtu (23/6/2018).

Berikut TribunWow.com rangkum sejumlah fakta mengenai proses pencarian korban hilang KM Sinar Bangun, seperti yang dilansir dari TribunMedan.com.

Hotman Paris Menangis hingga Robek Baju Lihat Video KMP Sumut II Tinggalkan Korban KM Sinar Bangun

1. Proses Pencarian Mungkin akan Diperpanjang

Sesuai aturan standar, proses pencarian korban seharusnya dilakukan selama 7 hari.

Meski begitu, ada kemungkinan proses pencarian diperpanjang mengingat masih banyak korban yang belum ditemukan.

"Kita akan analisa kemungkinan-kemungkinan apa yang akan dilakukan. Kuncinya tiga, pemerintah harus serius dan hadir di sini, all out. Kalian bisa lihat di sini kami all out dan bekerja pakai hati," ungkap Kepala Basarnas, Marsekal Muda M Syaugi.

"Kalian bisa lihat kami bekerja serius di sini. Selalu setiap hari peningkatan-peningkatan itu kami berikan, supaya korban-korban sesama saudara kita bisa ditemukan," tambahnya.

2. Gunakan Multibeam Side Scan Sonar dan Datangkan Helikopter

Untuk membantu proses pencarian, Basarnas menggunakan alat Multibeam Side Scan Sonar dari Lantamal I, Denjaka, Taifib dan Kopaska telah melakukan pencarian titik keberadaan kapal.

Alat ini bisa menjangkau kedalaman hingga dua ribu meter dan diharapkan bisa membantu melihat di mana posisi kapal.

Basarnas juga mendatangkan satu helikopter jenis AR3064 untuk memperluas target pencarian.

Hasil Piala Dunia 2018: Menang Dramatis, Swiss Kalahkan Serbia dan Melangkah ke 16 Besar

"Alasan kita perluas pencarian karena target akan terus menjauh, seiring dengan arus, waktu dan angin. Tim di darat juga akan digerakkan untuk mencari keberadaan korban di bibir danau. Agar manatahu ada orang yang ketemu bisa segera didapatkan. Karena hari keenam ini diperkirakan banyak korban yang akan menepi," ucap Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Medan, Budiawan di Pelabuhan Tigaras.

3. Proses Prarekonstruksi

Proses prarekonstruksi KM Sinar Bangun dilakukan pada Sabtu (23/06/2018) di Pelabuhan Simanindo.

Raditya Dika Keheranan usai Bagikan Pengalaman Mistis Rumah Terseram di Jogja

Dalam prarekonstruksi itu, empat orang yang terlibat yakni satu Anak Buah Kapal (ABK) inisial RM (Reider Malau), Nahkoda inisial TS (Tua Sagala), Petugas Dishub inisial (KS) dan seorang penumpang.

Usai prarekonstruksi, Kapolres Samosir, AKBP Agus Darojat mengatakan prarekonstruksi ini untuk mengetahui jumlah penumpang yang ada di dalam kapal.

Dari saksi-saksi diperoleh keterangan bagaimana gambaran penumpang di dalam kapal

"Yang perlu kita tahu adalah berapa jumlah penumpang. Caranya ada metode prarekontruksi berdasarkan saksi-saksi, itu yang utama kita ketahui dulu," jelas Kapolres Samosir, AKBP Agus Darojat.

Dalam prarekonstruksi ini ada 14 adegan yang dilakukan.

4. Baru 3 Korban yang Ditemukan

Jadwal Siaran Langsung Pertandingan Piala Dunia di TransTv: Sabtu 23 Juni 2018 Mulai Pukul 19.00 WIB

Hingga saat ini baru tiga jasad korban yang ditemukan sedangkan 184 korban masih dalam pencarian dan 19 orang dinyatakan selamat.

Kemungkinan, masih banyak banyak korban yang terperangkap di dalam kapal.

"Menurut saksi korban yang di RSUD Rondahaim katakan kebanyakan saat kejadian korban selamat berada di atas kapal. Jadi menurut dia kemungkinan banyak korban yang terperangkap di dalam kapal. Karena kalau kita lihat gambar kapal, pasti kesusahan menyelamatkan diri karena banyak tralis-tralis, jadi kemungkinan sulit untuk menyelamatkan diri saat tenggelam," ungkap Kepala Basarnas, Marsekal Muda M Syaugi. (*)

7 Potret Alshad Ahmad, Sepupu Raffi Ahmad yang Rumahnya Berharga Rp 200 Miliar

Ikuti kami di
Penulis: Astini Mega Sari
Editor: Claudia Noventa
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help