Ramadan dan Idul Fitri 2018

500 sampai 800 Pemudik Batalkan Tiket Kereta Api, Apa Tanggapan KAI?

Stasiun Besar Pasar Senen berkutat dengan kesibukan pemudik yang akan pulang ke kampung halaman mereka, begitu juga dengan loket pembatalan tiket.

500 sampai 800 Pemudik Batalkan Tiket Kereta Api, Apa Tanggapan KAI?
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Senior Manajer PT KAI DAOP 1 Jakarta, Edy Kuswoyo 

TRIBUNWOW.COM - H-2 jelang perayaan lebaran, Stasiun Besar Pasar Senen berkutat dengan kesibukan pemudik yang akan pulang ke kampung halaman mereka, begitu juga dengan loket pembatalan tiket.

Ada 500 sampai 800 pembatalan tiket tiap harinya.

Menanggapi hal itu, Senior Manager PT KAI DAOP 1 Jakarta Edy Kuswoyo mengatakan ramainya warga yang memenuhi loket pembatalan tiket karena adanya spekulasi.

Mereka terbiasa berspekulasi membeli tiket kereta karena takut tidak kebagian.

Fakta-fakta Remisi Idul Fitri Nazaruddin, Kasus-kasus yang Menjeratnya hingga Kabar Anas Urbaningrum

"Jadi tradisi dari tahun ke tahun memang seperti itu, 3 bulan, atau 90 hari tiket dipasarkan, banyak penumpang yang spekulasi," katanya, di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu (13/6/2018).

Pembatalan tiket tersebut bukan hanya pemberangkatan dari Stasiun Pasar Senen, tetapi juga dari Gambir, dan beberapa stasiun yang ada di kota-kota besar di Pulau Jawa.

"Jadi bukan hanya pemberangkatan di Stasiun Senen, tapi juga pemberangkatan di Gambir, stasiun di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat di batalinnya di Senen juga bisa," ujarnya lagi.

Seorang Warga, Napi, dan Petugas Sipir Lapas Nusakambangan Bekerjasama Edarkan Narkoba

Terkait tiket yang dibatalkan, Edy menyebut tidak ada kekosongan bangku yang terjadi setelah itu.

Karena apabila kosong, seketika itu pula langsung terisi oleh penumpang lain yang membutuhkan.

"Kalau kosong di hari peak season seperti ini, langsung terisi dalam hitungan menit, jadi nggak ada yang kosong," ungkapnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ada 800 Tiket Dibatalkan Tiap Harinya, PT KAI Singgung Spekulasi yang Dilakukan Masyarakat

Ikuti kami di
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved