Habiburokhman Kesulitan Temukan Rekam Jejak Nurruzaman, 'Gak Ketemu, Wajahnya Gak Familiar'

Ketua Bidang Advokasi dan Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Habiburokhman memberikan komentarnya soal mundurnya Mohammad Nuruzzaman.

Habiburokhman Kesulitan Temukan Rekam Jejak Nurruzaman, 'Gak Ketemu, Wajahnya Gak Familiar'
Kolase/TribunWow.com
Mohammad Nuruzzaman dan Habiburokhman 

"Bilang Jakarta kota paling intoleran? Dasarnya apa? Coba bandingkan dengan banyak kota di Eropa yg larang sekolah pakai Jilbab, atau kota dimana ada tokoh yg digeruduk bawa sajam karena perbedaan politik," tulis Habiburokhman.

"Jakarta justru salah satu kota paling toleran di dunia. ABI jutaan massa berjilid2 tdk aatupun rumah ibadah lain dirusak, tidak satu orangpun umat agama lain diganggu. Bahkan ada yg nikah di Katedral dikawal sama umat."

"Tuduhan Gerindra rasis adalah tuduhan daur ulang yg gak laku alias basi, pernah di pakai Pilgub DKI justru membuahkan kekalahan mereka," imbuhnya.

Terakhir, Habiburokhman menyinggung tentang militansi kader yang tidak gampang dijalankan meski bertahun-tahun telah bernaung di partai.

"Memang gak gampang jadi kader militan partai kerakyatan seperti Gerindra. Kerja keras kita bertahun2 belum tentu berbuah pangkat, jabatan atau kedudukan," pungkas Habiburokhman.

Guntur Romli Beberkan Perbedaan Tajam antara Gerindra dengan Nuruzzaman

Diberitakan sebelumnya, Mohammad Nuruzzaman telah mengirimkan surat elektronik pengunduran dirinya kepada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Selasa (12/6/2018).

Di dalam surat tersebut, Mohammad Nuruzzaman menyatakan alasannya mengundurkan diri.

Ia menilai Partai Gerindra berbelok menjadi sebuah kendaraan kepentingan yang bukan lagi berkarakter kepada kepedulian dan keberanian, tapi berubah menjadi mesin rapuh yang hanya mengejar kepentingan saja.

"Mark my words Pak Prabowo," tulisnya.

Mohammad Nuruzzaman telah membenarkan kabar pengunduran dirinya dari partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Rekarinta Vintoko
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help