Jubir Era Gus Dur, Adhie Massardi Mengatakan OTT KPK Kepala Daerah tak Ditelusuri Aliran Dananya

Adhie M Massardi, Jubir era Presiden Gus Dur ikut menanggapi terkait OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Bupati Purbalingga, Tasdi.

Jubir Era Gus Dur, Adhie Massardi Mengatakan OTT KPK Kepala Daerah tak Ditelusuri Aliran Dananya
KOMPAS.com/M Iqbal Fahmi
Bupati Purbalingga Tasdi (kemeja ungu) digelandang petugas KPK dan Polisi di Stasiun Purwokerto, Senin (5/6/2018) malam. 

TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara (Jubir) era Presiden Gus Dur, Adhie M Massardi ikut menanggapi terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Bupati Purbalingga, Tasdi.

Melalui akun Twitternya @AdhieMassardi, ia menganggapi kasus yang terjadi pada kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Selasa (5/6/2018).

Ia berpendapat seharusnya OTT KPK terhadap kepala daerah harus ditelusuri aliran dananya.

Bisa saja aliran dana tersebut sampai ke pengurus pusat.

Pemecatan kader partai yang terjaring OTT ini bisa terkait pemutusan mata rantai.

Reaksi Mantan Hakim Agung Artidjo saat Najwa Shihab Sebut Nama Koruptor yang Pantas Dihukum Mati

"OTT KPK terhadap kepala daerah yang kader parpol tidak pernah ditelusuri aliran dananya. Padahal bisa sampai ke pengurus di pusat. Pemecatan seketika bisa merupakan bagian dari pemutusan mata rantai," tulis Adhie.

Tweet Adhie Massardi
Tweet Adhie Massardi (Twitter)

Sebelumnya, pascaoperasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Purbalingga Tasdi, Senin (4/6/2018), Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Purbalingga langsung mengambil langkah strategis untuk membenahi stabilitas internal.

Pasalnya, sebelum dicokok KPK, Tasdi juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI-P Purbalingga.

Sekretaris DPC PDI-P Purbalingga Bambang Irawan ketika dihubungi, Selasa (5/6/2018), mengatakan, pihaknya mendukung proses hukum yang berlaku.

Bupati Purbalingga Kader PDIP Ditangkap KPK, Habiburokhman Tulis Sajak Salam Metal (Mencuri Total)

“Meskipun bupati merupakan kader, perlu saya tegaskan, dalam perkara ini tidak ada hubungannya dengan partai PDI-P,” katanya, seperti dikutip Tribunwow.com dari Kompas.com.

Terkait dengan status Tasdi, Bambang mengungkapkan, PDI-P selalu tegas kepada setiap kader yang terlibat kasus korupsi.

“Otomatis dipecat, informasi dari Pak Sekjen (Hasto), tapi secara resmi surat belum kami terima,” ujarnya. (Tribunwow/Tiffany Marantika)

Ikuti kami di
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help