Home »

Bisnis

»

Makro

Wajib Penuhi Kebutuhan Premium, Ekonom Sebut Pertamina Bisa Rugi hingga Rp 23 Triliun

Konsekuensi dari Perpres, pertamina harus menambah alokasi premium menjadi 11,8 juta kl dari sebelumnya 7,5 juta kl.

Wajib Penuhi Kebutuhan Premium, Ekonom Sebut Pertamina Bisa Rugi hingga Rp 23 Triliun
tribunnews.com
Ilustrasi Pertamina 

TRIBUNWOW.COM - Pertamina kini wajib untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar premium di seluruh wilayah.

Termasuk, Jawa, Madura dan bali.

Hal tersebut lantaran pemerintah mencanangkan tidak ada lagi kelangkaan premium, terutama jelang mudik lebaran 2018.

Dengan peraturan presiden yang terbaru, Pertamina wajib untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Ketua Progres 98 Tantang Amien Rais, Prabowo hingga Yusril Datangi MUI: Saya Tunggu, Jangan Sok Suci

Konsekuensi dari perturan tersebut, Pertamina harus menambah alokasi premium menjadi 11,8 juta kl dari sebelumnya 7,5 juta kl.

Alokasi tersebut melonjak sebesar 57 persen dari biasanya.

Beban tambahan kuota dirasakan oleh Pertamina seiring dengan tren harga minyak mentah dunia yang semakin melonjak.

Diketahui, pada April 2018, ICP minyak mentah mencapai 67,43 dollar per barrel.

Di sisi lain, pemerintah melarang Pertamina untuk menaikkan harga premium sampai 209 mendatang.

KPK Larang Pejabat Terima Parcel, Fahri Hamzah: Orang tak Nyogok Pakai Parcel, Hadiah Kan Bagus Aja

Selain melarang harga premium naik, pemerintah melalui Kementerian BUMN juga tidak akan memberikan dukungan subsidi tambahan untuk premium.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: Kompas TV
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help