Tito Karnavian Pernah Suruh Teroris untuk Bunuh Diri, Jawaban Pelaku Buat Najwa Shihab Beristighfar

Jalan yang kedua yang menurut Tito sebagai inti yang dikehendaki oleh Teroris adalah konfrontasi dengan petugas kepolisian.

Tito Karnavian Pernah Suruh Teroris untuk Bunuh Diri, Jawaban Pelaku Buat Najwa Shihab Beristighfar
kolase/Tribunwow

TRIBUNWOW.COM - Indonesia tengah dirundung duka dengan kejadian teror yang seakan tiada hentinya.

Akibatnya, kini Indonesia tengah berada dalam situasi siaga satu terorisme.

Topik mengenai terorisme ini juga diangkat dalam program acara Mata Najwa dengan salah satu narasumbernya yakni Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Dalam kesempatan tersebut, Tito menceritakan kisah penangkapannya terhadap terduga teroris yang menurutnya terjerumus lantaran pemahaman ideologi yang salah.

"Pemahaman tentang ideologi yang membuat mereka ikut untuk aksi bunuh diri karena mereka meyakini pemikiran mereka dalam mindset kelompok-kelompok ini mereka hanya berpikir didoktrin sedemikian rupa bahwa jalan tol expres menuju surga adalah dengan operasi amaliyah (jihad melawan musuh)", ujar Tito.

Hampir Jadi Teroris, Wanita di Bandung Bagikan Pengalamannya saat Direkrut Kelompok Radikal

Tito juga menjelaskan dua cara yang bisa dipakai oleh pelaku terduga teroris.

"Bagi mereka ada dua cara menuju surga dengan jalan yang cepat. Yang pertama yakni jika mereka terbunuh, maka mereka langsung masuk ke Surga. Sedangkan yang kedua, adalah dengan meletakkan bom di tempat keramaian tertentu sedangkan dirinya kabur", tambahnya.

Menurut Tito, kejadian kali ini luar biasa dikarenakan yang dipakai adalah metode bom bunuh diri.

"Tapi yang kali ini kan tidak. Dipakai di badan bahkan diikat di tubuh anak kecil. Membawa Kartu Keluarga dan KTP mereka. Ini berarti mereka memang mencari mati karena mereka yakin bahwa mereka itu akan masuk surga", ujarnya.

Lalu jalan yang kedua yang menurut Tito sebagai inti yang dikehendaki oleh Teroris adalah konfrontasi dengan petugas kepolisian.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help