Inilah Kesimpulan dari Bawaslu Mengenai Kesalahan PSI hingga Dilaporkan ke Kepolisian

Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie, terancam diproses hukum atas dugaan pelanggaran iklan kampanye melalui media cetak Jawa Pos.

Inilah Kesimpulan dari Bawaslu Mengenai Kesalahan PSI hingga Dilaporkan ke Kepolisian
Twitter
PSI dan KPU 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie, terancam diproses hukum atas dugaan pelanggaran iklan kampanye melalui media cetak Jawa Pos.

Untuk sementara, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, hanya melaporkan Sekjen PSI, Raja Juli Antoni dan Wasekjen, Chandra Wiguna ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Selama tahapan pemeriksaan di Bawaslu RI, Ketua Bawaslu RI, Abhan, mengatakan pihaknya hanya dapat meminta keterangan Sekjen PSI, Raja Juli Antoni dan Wasekjen, Chandra Wiguna ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

"Namun sampai batas waktu yang kami miliki, yang bisa terklarifikasi ini sekjen dan wasekjen. Jadi, karena tadi dibatasi waktu. Kalau kami menunggu bisa jadi kedaluwarsa," tutur Abhan, Kamis (17/5/2018).

Bertemu Alessandro Del Piero, Sihar Sitorus: Contoh Sempurna Bagi Pemain Sepak Bola Indonesia

Sementara itu, Grace, meskipun sudah dipanggil, namun, dia tidak memenuhi panggilan tersebut.

Apalagi, Bawaslu RI memiliki waktu terbatas dalam menangani temuan tersebut.

"Kami sudah mengundang beberapa kali ketua umum, tetapi tidak bisa hadir. Kalau kami menunggu, jadi kedaluwarsa. maka kami serahkan kepada kepolisian," kata dia.

Setelah melimpahkan temuan itu kepada Bareskrim Polri, dia berharap aparat penegak hukum melakukan pengembangan temuan.

Termasuk apabila diperlukan memanggil paksa Grace.

"Harapan kami, setelah penyidikan, kepolisian melakukan pengembangan. Saya kira kepolisian bisa memanggil paksa. Bawaslu tidak punya kewenangan itu," tambahnya.

Alarm Stelling Mapolres Kendal Mendadak Berbunyi Keras, Polres Kendal Menetapkan Status Siaga 1

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help