Bahas RUU Antiterorisme, Fadli Zon: Jangan Sampai Terorisme Jadi Bisnis

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon mengkawatirkan jika aksi terorisme ini menjadi sebuah ladang bisnis.

Bahas RUU Antiterorisme, Fadli Zon: Jangan Sampai Terorisme Jadi Bisnis
Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan di Hotel Ima Kupang, NTT, Selasa (31/1/2017) 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon mengkawatirkan jika aksi terorisme ini menjadi sebuah ladang bisnis.

Dialsnir TribunWow.com, melalui Youtube Talkshow tvOne dengan program Dua Sisi dengan judul Tarik Ulur RUU Anti-Terorisme yang diunggah pada Rabu (17/5/2018).

Mulanya, pembawa acara menanyakan soal revisi UU Antiterorisme bisa membantu aparatur negara dalam menyelesaikan terorisme.

Mendapat pertanyaan tersebut, Arsul Sani seorang anggota Pansus RUU antiterorisme mengatkana bahwa UU itu merupkan salah satu sarana untuk membantu menyelesaikan terorisme.

"Tentu itu salah satu sarana, tapi bukan satu-satunya sarana, adanya sarana yang lain mislanya, dukungan anggaran, libatkan partisipasi masyarakat," ujarnya.

Fahri Hamzah: Pemerintahan Justru Bangga dan Menganggap Banyak Masalah Makin Sukses, Aneh!

Arsul Sani mengatakan bahwa angaran itu penting, namun pertanyaannya, apakah anggaran itu efektif, atauakah para pemangku kepetingan itu tertatik juga ikut menggunakannya.

Arsul Sani mengatakan bahwa UU itu perlu memperluas agar beberapa hal bisa diatur dalam pasal tersebut.

"Dalam UU no 15 tahun 2003 tentang pembertasan tindak pidana terorisme saat ini, tidak mencakup perbuatan materiil yang di negara lain bisa diproses hukum, tapi di sini belum bisa di proses hukum, misalnya, dakam teknis ilmu kepolisian disebut dengan perbuatan persiapan, cotohnya seseorang sudah bergabung dengan kelompok teroris terus membuat latihan menembah, memanah dll,adapula jika orang Indonesia ke luar negeri, terus ikut kelompok radikal, terus pulang ke Indonesia, nah itu pihak kepolisian belum bisa melakukan apa-apa," ujarnya.

Sementara itu Fadli Zon memberikan tangapan bahwa revisi UU antirerorisme saat ini tidak ada hubungannya dengan teror yang terjadi beberapa hari belakangan ini.

4 Fakta Guru Pelaku Bom Surabaya dan Sidoarjo, Kerap Adakan Pertemuan dengan Nobar Film Teroris

"Karena, kita mengutuk terorisme, dan saat ini sudah inflasi dan kita mengutuk orang yang sudah mati, sehingga kita perlu perdalam pemerintah harus memberikan fakta bukan dalih dari kegagalan yang menangani, seolah-olah kejadian ini terjadi karena DPR belum menyelesaikan UU ini, nah itu kacau," ujarnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Woro Seto
Editor: Woro Seto
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help