Aksi Teror Libatkan Anak-anak, Kak Seto: Anak adalah Korban

LPAI menyatakan, anak-anak yang dilibatkan pelaku teror pada serangkaian aksi teror di Surabaya dan Sidoarjo akhir-akhir ini, adalah korban.

Aksi Teror Libatkan Anak-anak, Kak Seto: Anak adalah Korban
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Kutuk aksi terorisme 

TRIBUNWOW.COM - Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menyatakan, anak-anak yang dilibatkan pelaku teror pada serangkaian aksi teror di Surabaya dan Sidoarjo akhir-akhir ini, adalah korban.

Ketua Umum LPAI Seto Mulyadi mengatakan, ada tujuh anak pelaku teror yang saat ini masih hidup dan ada yang diajak melakukan teror.

Kak Seto, sapaan akrabnya mengatakan, berdasar catatan lembaganya, rentetan aksi teror yang melibatkan anak-anak itu adalah yang pertama kali di Indonesia.

"Kami dapat kabar bahwa anak-anak ini mendapat stimulasi negatif. Mereka sangat mudah dipengaruhi," ujar Kak Seto saat mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur di Surabaya, Rabu (16/5/2018), seperti dikutip Antara.

Menurut dia, anak-anak tersebut perlu mendapatkan perlindungan ke depannya. Untuk itu, LPAI yang punya cabang di 28 provinsi, akan berusaha meluruskan informasi bahwa anak-anak tersebut bukanlah pelaku.

"Di dalam Undang-undang Perlindungan Anak, anak tidak bisa disalahkan. Mereka tidak bisa disebut sebagai pelaku. Anak adalah korban. Mereka korban dari lingkungan," ujarnya.

Kak Seto menjelaskan, ada dua amanat Undang-undang Perlindungan Anak.

Pertama, adalah tidak melakukan kekerasan terhadap anak, dan yang kedua tidak menyuruh anak melakukan kekerasan. Pada kasus teror ini, poin kedua akan menjadi perhatian LPAI.

Selain itu, Kak Seto mendesak negara harus hadir untuk melakukan terapi psikologis dengan cara mengubah lingkungan anak-anak tersebut.

Ruhut Sitompul: Mari Memberantas Terorisme yang Sangat Biadab

"Sesuatu yang negatif itu bisa bisa cepat dihilangkan, diganti dengan yang positif. Harus diciptakan lingkungan yang kondusif," tuturnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Kurnia Aji Setyawan
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved