Ganjar Pranowo Kutuk Pelaku Peledakan Bom di Surabaya

Ganjar Pranowo mengutuk ledakan bom yang terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur yang mengakibatkan setidaknya 10 orang tewas.

Ganjar Pranowo Kutuk Pelaku Peledakan Bom di Surabaya
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan keterangan saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus korupsi pengadaan KTP elektronik dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (8/2/2018). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang salah satunya adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 

TRIBUNWOW.COM - Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengutuk ledakan bom yang terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur yang mengakibatkan setidaknya 10 orang tewas.

"Kami mengutuk dan itu tindakan yang sangat biadab.," Kata Ganjar, Minggu (13/5/2018). Pria 49 tahun ini mengatakan, masyarakat tidak perlu takut atas insiden tersebut.

Namun demikian, warga diminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi aparat penegak hukum.

Selain itu, Ganjar berharap para tokoh agama, ulama bisa turun langsung untuk ikut meredakan suasana.

"Pada tingkatan seperti ini kita mesti waspada, meningkatkan patroli, menjaga kerukunan antara umat beragama. Karena menjaga NKRI ini harus bersama-sama," ujarnya.

Ganjar berharap aparat yang berwenang dapat bergerak cepat mengungkap siapa dalang di balik insiden itu.

Ledakan Bom di Surabaya, Dari Presiden hingga Wali Kota Kunjungi TKP, Begini Ekspresi Risma

"Forkomunita kami harap dapat aktif menjaga tempat masing-masing, bukan hanya Jatim, tapi juga Jateng dan seluruh Indonesia," pungkasnya.

Ledakan bom sendiri terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Minggu pagi. Sejauh ini, insiden tersebut menewaskan setidaknya 10 orang dan puluhan lainnya luka-luka.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ganjar Pranowo Sebut Pelaku Bom Surabaya Amat Biadab"

Ikuti kami di
Editor: Kurnia Aji Setyawan
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help