Bom di Surabaya

Fadli Zon: Tindakan Teror di 3 Gereja Surabaya Jangan Sampai Seperti Kasus Novel Baswedan

Terdapat peristiwa ledakan yang terjadi di tiga gereja Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). Bom tersebut diduga berasal dari bom bunuh diri.

Fadli Zon: Tindakan Teror di 3 Gereja Surabaya Jangan Sampai Seperti Kasus Novel Baswedan
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/5/2017). 

TRIBUNWOW.COM - Terdapat peristiwa ledakan yang terjadi di tiga gereja Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).

Tiga gereja tersebut merupakan Santa Maria di Ngagel, GKI di Jalan Diponegoro, dan Gereja di Jalan Arjuno.

Atas kejadian tersebut, dilaporkan sedikitnya terdapat 9 orang tewas dan 38 orang lainnya luka-luka.

Kronologi kejadiannya, pada pukul 07.30 WIB bom meledak di Gereja Santa Maria. Bom kedua meledak pukul 07.45 WIB di Gereja GKI Jalan Diponegoro, dan bom ketiga meledak pukul 07.50 WIB di salah satu gereja di Jalan Arjono.

Menurut kabar yang beredar, bom tersebut diduga berasal dari pelaku bom bunuh diri.

Informasinya, pelaku adalah seorang perempuan yang datang ke gereja bersama dua orang anak.

Kabar tersebut mendapat tanggapan dari Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, Minggu (13/5/2018).

"Saya ikut mengutuk tindakan teror di lokasi 3 gereja di Surabaya. Itu tindakan biadab n pengecut. Turut berduka cita pada para korban.

Harus segera diusut siapa2 saja di belakang aksi teror tersebut, pelaku n dalangnya. Jangan sampai tak jelas seperti kasus Novel Baswedan", tulisnya dalam akun @fadlizon.

Fadli Zon
Fadli Zon (Twitter)

Tanggapi Bom Gereja di Surabaya, Ruhut: Para Pendukung Pelaku Teror Semakin Takut Jokowi 2 Periode

Menambahkan, menurut Fadli, tindakan teror di Surabaya tidak mencerminkan ajaran islam yang penuh dengan menghormati dan toleransi.

"Tindakan teror di Surabaya tidak cerminkan ajaran Islam yang menghormati setiap agama dengan penuh toleransi n kedamaian. Tidak ada paksaan dalam agama.

Harus jg waspada terhadap upaya adu domba n saling curiga di masyarakat. Cari segera pelaku di belakangnya. Kita ini bersaudara dlm NKRI.

Dalam peristiwa seperti ini sering Islam dituduh. Jangan sampai ada "konspirasi" sudutkan umat Islam di Indonesia. Teror ini kontra ajaran Islam.

Negara harus mampu mengusut teror ini segera. Termasuk apa yg terjadi sesungguhnya di Mako Brimob beberapa hari lalu. Transparan.

Terorisme biasanya bkembang di negara yang lemah pemimpinnya, mudah diintervensi, banyak kemiskinan n ketimpangan dan ketidakadilan yang nyata". (TribunWow/Dian Naren)

Tanggapi Bom Gereja di Surabaya, Jerinx SID: Pak Jokowi Sebaiknya Anda Mundur, Saya Malu Jadi WNI

Ikuti kami di
Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help