Rustam Ibrahim: Banyak yang Memelas Memohon #2019GantiPresiden, Tak Tahan Menderita Jadi Oposisi

Menurut Rustam Ibrahim, mereka terlihat seperti sudah tidak tahan lagi karena menderita menjadi oposisi.

Rustam Ibrahim: Banyak yang Memelas Memohon #2019GantiPresiden, Tak Tahan Menderita Jadi Oposisi
Rustam Ibrahim 

TRIBUNWOW.COM - Direktur LP3ES Rustam Ibrahim menyoroti soal tagar #2019GantiPresiden.

Pantauan TribunWow.com, hal itu tampak dari unggahan akun Twitternya pada Senin (16/4/2018).

Rustam Ibrahim menganggap jika saat ini banyak pihak-pihak yang memelas dan memohon agar 2019 ganti presiden.

Menurut Rustam Ibrahim, mereka terlihat seperti sudah tidak tahan lagi karena menderita menjadi oposisi.

@RustamIbrahim: Banyak yang memelas memohon agar #2019GantiPresiden . Tampaknya mereka tidak tahan lagi menderita menjadi oposisi.

Tokoh NU Angkat Bicara soal Amien Rais hingga Rocky Gerung Dituding Orang Bayaran Cikeas

Diketahui, saat ini #2019GantiPresiden sudah mencuat dan semakin ramai diperbincangkan.

Tagar ini bermula ketika kader PKS melontarkan 2019 ganti presiden.

Tagar tersebut kemudian dibuat dalam gelang karet.

Awalnya, gelang karet tersebut mereka bagikan dalam sejumlah acara, seperti acara TV.

Nadirsyah Hosen: Amien Rais Turun Kelas Jadi Sekelas Nyinyiran Fadli Zon, Fahri Hamzah, Rocky Gerung

Akan tetapi, tagar tersebut semakin berkembang menjadi kaos, hingga mug.

Tak hanya PKS, sejumlah partai oposisi juga mendukung gerakan dan tagar tersebut, seperti Gerindra hingga Demokrat.

Politisi PKS Mardani Ali Sera sendiri menjelaskan mengenai esensi dari tagar #2019GantiPresiden ini.

Hal itu ia sampaikan melalui akun Twittternya yang diunggah pada 27 Maret 2018 lalu.

"Lalu apa esensi Gerakan #2019GantiPresiden ?

Ada tiga: Pertama: wake up call bagi semua anak bangsa. Umat Islam khususnya dan para ulamanya lebih khusus lagi, bahwa Pemilu 2019 sudah diambang mata.

Pencoblosan pada hari Rabu, 17 April 2019 antara jam 07.00 - 13.00 sangat penting dan fundamental menentukan nasib bangsa. Karena kita memilih pemimpin nasional baik legislatif ataupun eksekutif.

Video Detik-detik Bendera Indonesia Berkibar di Qatar: Penuh Sorak Sorai dan Tepukan Tangan

Kedua: walau pencoblosannya di April 2019, pendaftarannya dilaksanakan pada 4-10 Agustus 2018.

Tidak sampai lima bulan ke depan kita sudah punya pasangan Capres/Cawapres. Dan ini proses yang penuh persyaratan, penuh perhitungan serta penuh resiko.

Makin awal menyiapkan diri makin rapi dan sedikit keburukan yang kita dapat.

Syarat 20% kursi hasil Pileg 2014 lalu, siapa calon yang dapat memenangkan dengan komposisi seperti apa (sipil militer, jawa-luar jawa hingga nasionalis-keummatan) perlu dibahas, dikaji & simulasi.

Karena itu, di poin dua ini sifat gerakan ini lintas partai, lintas ormas, lintas suku, lintas agama.
Siapapun warga Indonesia yang ingin kepemimpinan lebih baik di 2019 monggo bersatu.

Kita tidak sedang menyebar kebencian, kita tidak sedang menjelekkan pak Jokowi, beliau orang baik, pemerintah sekarang sedang bekerja.

Wajah Putra Ketiga Ririn Dwi Ariyanti Jadi Sorotan hingga Video Lucinta Luna Saat Manggung Tersebar

Tapi kami menilai dan ini hak konstitusional kami, kami ingin #2019GantiPresiden yang lebih baik.

Ketiga: gerakan ini akan berusaha merumuskan apa agenda Menuju Indonesia Berkah.

Indonesia yang dekat dengan baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafuur. Indonesia maju, adil dan makmur sebagai ditulis dalam konstitusi.

Indonesia yang tidak punya hutang luar negeri, Indonesia yang pendapatan perkapita penduduknya mendekati $10.000 dan Indonesia yang kokoh dan tangguh karena lapangan pekerjaan tersedia dengan pajak yang tidak memberatkan.

Plus Indonesia yang market share perbankan syariah diatas 50%. Indonesia yang pendidikannya mampu menghasilkan mujahid dan mujahidah yang tangguh, ikhlas berjuang untuk negeri, berkakhlaqul karimah dan siap menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Jadi Gerakan #2019GantiPresiden insya Allah akan terus jalan dengan cara yang benar, tidak memfitnah, selalu merujuk pada ulama dan selalu mengandalkan kekuatan sendiri," tulisnya. (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)

Reaksi Menteri Susi Saat Kalahkan Gal Gadot Sebagai Wanita Paling Dikagumi Berdasarkan Survei YouGov

Ikuti kami di
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved