Fahri Hamzah Frustasi dengan Kepemimpinan Negara: Gak Punya Ide Luar Biasa, Ngomongnya Remeh-Temeh

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah frustasi dengan kondisi kepemimpinan negara saat ini.

Fahri Hamzah Frustasi dengan Kepemimpinan Negara: Gak Punya Ide Luar Biasa, Ngomongnya Remeh-Temeh
Instagram
Fahri Hamzah 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah frustasi dengan kondisi kepemimpinan negara saat ini.

Rasa frustasi politisi asal Sumbawa tersebut diungkapkan ketika ia bertemu dengan para netizen di acara Ngopi Bareng Fahri yang berlangsung di Wedangan Omah Kayu, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (15/4/2018).

Menurut Fahri, pemimpin hari ini tidak memiliki ide yang luar biasa.

Fahri Sesalkan Pelaporan Amien Rais tentang Partai Setan: Itu Kritik Bukan Penghinaan

"Terus terang kita ini kayak frustasi, pemimpin kita gak punya ide yang luar biasa, ngomongnya remeh-temeh," ujar Fahri saat ditemui wartawan di sela acara.

"Kok gak ngomong kita bikin laboratorium ruang angkasa, laut kita menjadi sumber pangan, sehingga menjadikan dunia bergantung pada pangan kita," imbuh Fahri.

Fahri juga menyinggung mengenai diterapkannya presidential threshold 20 persen.

Menurut Fahri, presidential threshold hanya akan membatasi munculnya pemimpin-pemimpin baru yang berpotensi memimpin Indonesia.

Kuasa Hukum Ahok: Semenjak Menangani Kasus Ini, Klien Asing Pada Pergi karena Ketakutan

Karena itulah, Wakil Ketua DPR RI tersebut mengusulkan adanya presidential threshold 0 persen.

Fahri menambahkan, munculnya banyak pemimpin baru berpeluang besar memunculkan pemimpin yang terbaik.

"Saya menganggap itu harusnya tetep 0 persen yang sesuai dengan demokrasi kita, harusnya kandiatnya tambah banyak dan pemilu kita dua putaran supaya rakyat pilihannya lebih banyak, kalau pilihannya makin banyak, pasti akan terpilih yang terbaik" ujar Fahri saat ditemui di sela acara.

"Ibaratnya kalau kita punya 10 telur, peluang untuk mendapatkan kwalitas telur terbaik itu ada di 10 telur itu. Kalau kita dipaksa memilih dua telur, bagaimana kalau dua-duanya itu rusak, artinya peluang rakyat mendapat pemimpin ideal akan terjamin harusnya dengan presidential threshold 0 persen, kalau bisa kembali ke situ bisa ideal sekali," imbuhnya. (TribunWow.com/Fachri Sakti Nugroho)

Ikuti kami di
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved