Media Sosial Dituding Berperan Menyebarkan Ujaran Kebencian

Facebook dianggap telah berperan dalam menyebarkan ujaran kebencian di Myanmar.

Media Sosial Dituding Berperan Menyebarkan Ujaran Kebencian
www.edmtunes.com
Ilustrasi 

"Media sosial telah secara substansial berkontribusi pada tingkat kesengsaraan dan perbedaan pendapat dan konflik, jika Anda mau, di dalam masyarakat, ujaran kebencian tentu saja merupakan bagian dari itu," kata Marzuki Darusman, sebagaiman dikutip TribunWow.com dari AustraliaPlus.

"Sejauh menyangkut situasi di Myanmar, media sosial yang berperan adalah Facebook," imbuhnya.

Populer: Mbah Mijan Sebut Mr Hatu Hara Berikan 50 Persen Kekayaannya untuk Syahrini

Sementara itu penyelidik PBB untuk Myanmar, Yanghee Lee mengatakan Facebook telah menjadi bagian besar dari kehidupan publik, sipil dan pribadi. Dan pemerintah Myanmar menggunakannya untuk menyebarkan informasi kepada publik.

"Semuanya dilakukan melalui Facebook di Myanmar," katanya kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa Facebook telah membantu negara miskin tersebut namun di sisi lain juga digunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian.

"Facebook digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan publik tapi kami tahu bahwa umat Buddha ultra-nasionalis memiliki akun-akun Facebook mereka sendiri dan benar-benar menghasut banyak kekerasan dan banyak kebencian terhadap Rohingya atau etnis minoritas lainnya," katanya.

"Saya khawatir Facebook sekarang berubah menjadi binatang buas, dan bukan sebagaimana tujuan awal ketika jejaring sosial itu diciptakan." (*)

Ikuti kami di
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved