Ditanya Pendapatnya soal PK Ahok, Begini Tanggapan Hotman Paris

Dikutip Tribunwow.com dari akun Instagram @hotmanparisofficial, dirinya menanggapi respon masyarakat soal Peninjauan Kembali (PK) Ahok.

Ditanya Pendapatnya soal PK Ahok, Begini Tanggapan Hotman Paris
Instagram
Hotman Paris 

TRIBUNWOW.COM - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara akan menggelar sidang Peninjauan Kembali (PK) kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Senin (26/2/2018).

Sidang tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat.

Mengenai PK Ahok, terdapat sebagian masyarakat yang menilai pro maupun kontra.

Dikutip Tribunwow.com dari akun Instagram @hotmanparisofficial, dirinya menanggapi berbagai respon masyarakat yang mengingikan dirinya bersuara masalah PK Ahok.

Dirinya mengatakan,"Banyak orang mengatakan kepada saya, agar saya memberi komentar tentang PKnya Ahok. Saya tidak mau komentar. Saya hanya mau memberi komentar tentang aspek hukum formal", ujarnya membuka.

BACA  4 Tokoh Nasional yang Dilarang dan Diperbolehkan KPU sebagai Alat Kampanye, Siapa Saja Mereka?

"Novum adalah sebelum perkara dimulai jaman dulu, akan tetapi bukti tersebut tidak ditemukan. dan oleh karenanya novum itu tanggal bukti novum tidak boleh lebih muda dari tanggal perkara pokok".

"Yang menjadi pertanyaan adalah tanggal putusan hakim tanggal berapa, tanggal putusan Ahok tanggal berapa? Anda riset sendiri. Kalau alasannya karena salah hukum, tentu ada batasan hukum. ", ujarnya dalam video pertama.

BACA  Cara Memastikan Registrasi Ulang Kartu Seluler Berhasil atau Tidak, Cek Nomor Kamu di Sini!

Lebih lanjut, Hotman memberi contoh mengenai Novum.

"Dalam hukum, apabila tanggal dibuatnya bukti tersebut lebih muda dari perkeara induk, sudah beberapa kasus langsung itu di pengadilan tidak diakui sebagai Novum.

Dia tidak melihat substansinya lagi. yang dilihat adalah acara formalnya.

Begitu dibuatnya tanggal tersebut, lebih muda dari tanggal perkara induk, hakim biasanya langsung mengatakan tidak memenuhi syarat sebagai Novum", begitu ujarnya menutup.

(TribunWow/Dian Naren)

Ikuti kami di
Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help