Ada 7 Poin yang Menjadi Alasan Pengajuan Sidang PK Ahok, Berikut Penuturannya dari Fifi Lety Indra

Total, Fifi menyebutkan setidaknya ada tujuh poin yang menyebabkan pihaknya mengajukan PK pada kasus penistaan agama.

Ada 7 Poin yang Menjadi Alasan Pengajuan Sidang PK Ahok, Berikut Penuturannya dari Fifi Lety Indra
POOL / KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO)
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat mengikuti sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017). Majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana 2 tahun penjara. 

TRIBUNWOW.COM - Fifi Lety Indra, adik kandung sekaligus kuasa hukum terpidana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), membeberkan beberapa poin yang menyebabkan pihaknya mengajukan peninjauan kembali (PK) kasus penistaan agama yang menjerat kakaknya.

"Pertama, kita ketahui bersama, Pak Ahok ditahan walau sudah banding. Sementara kalau kita menilik kasus yang lain, tak demikian, yang tak bisa saya sebutkan namanya," ucap Fifi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (26/2/2018).

Kedua, ia merujuk pasal 263 ayat 2 KUHAP, bahwa ada kekhilafan hakim dan atau ada kekeliruan yang nyata terhadap putusan yang lalu, di mana dasarnya adalah putusan Buni Yani.

Populer: 7 Fakta Sidang PK Ahok, Polri Kerahkan Keamanan dari Pendemo hingga Hakim Dinilai Ada Kekhilafan

TONTON JUGA:

Fifi juga memasukkan pasal 264 KUHAP terkait Peninjauan Kembali yang Alasannya Jelas.

"Ada beberapa, antara lain soal kasus Buni Yani. Kami memang masukkan itu. Jadi dalam pasal 264 KUHAP memang ada beberapa pasal yang dalam ajukan, yang kami angkat adalah kekhilafan hakim dalam putusan hakim (pasal 263 KUHAP)," tuturnya.

Lalu, ia menilai ada beberapa putusan hakim pada kasus kakak kandungnya yang dinilai kontraproduktif.

Fifi menyatakan kasus Ahok dan Buni Yani memang berbeda, akan tetapi tulisan di video editan Buni Yani menyebabkan Ahok dipidana.

Populer: Ahok Ajukan PK, sang Adik: Banyak yang Bilang Gara-gara Kursi

"Kan kasusnya Pak Ahok ini sama sekali tak ada hubungannya dengan kasus Buni Yani. Namun, kami melihat bahwa di dalam putusan itu adalah dasar bagi Buni Yani dipidana, karena dia mengedit video yang sudah ada. Videonya memang sama, tetapi kalimat yang ditambahkan itu tak sesuai. Jadi dia menambahkan kalimat yang tak sesuai. Itu yang kami masukkan," papar Fifi.

Total, Fifi menyebutkan setidaknya ada tujuh poin yang menyebabkan pihaknya mengajukan PK pada kasus penistaan agama.

Sebelumnya, Ahok dipidana selama dua tahun penjara, lantaran majelis hakim menilai mantan Gubernur DKI Jakarta itu melanggar pasal 156 KUHP. (*)

Berita ini telah tayang di Wartakota.com dengan judul: Ada Tujuh Alasan Ahok Ajukan PK, Ini Dua di Antaranya

Ikuti kami di
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved