Sindir DPR Isinya Mantan-mantan Tersangka, Begini Jawaban Ngeles Fadli Zon di Mata Najwa

Program acara Mata Najwa yang ditayangkan di salah satu televisi swasta mengangkat tema mengenai "Majelis Rakyat" di Universitas Muhammadiyah Malang.

Sindir DPR Isinya Mantan-mantan Tersangka, Begini Jawaban Ngeles Fadli Zon di Mata Najwa
Screenshot

TRIBUNWOW.COM - Program acara Mata Najwa yang ditayangkan di salah satu televisi swasta mengangkat tema mengenai "Majelis Rakyat" di Universitas Muhammadiyah Malang, Minggu (11/2/2018).

Pada program kali ini mengundang wakil-wakil rakyat yang duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), salah satunya adalah Wakil Ketua yang dijabat oleh Fadli Zon.

Pada segmen keempat menyoroti masalah korupsi, interupsi hadir dari salah satu hadirin, Dimas Galang Prestasi.

Dimas mengaku dirinya adalah Calon Anggota DPR 2020 menggantikan Fadli Zon.

BACA  Pasca Sindir Para Senior dalam Sambutannya di KPU, Grace Natalie Tulis Surat Menyentuh

Dimas mengaku prihatin atas insiden korupsi yang melibatkan Ketua DPR, Setya Novanto.

"Bapak tadi katanya prihatin soal korupsi yang ada di DPR ya terus kemarin saya lihat di berita saat Setnov itu terjerat kasus korupsi dan sudah tersangka, tapi masih boleh dan masih di dukung menjadi Ketua DPR. Saya jadi bingung, jangan-jangan suatu saat nanti bisa jadi yang ada di DPR itu adalah mantan-mantan tersangka?", ujarnya langsung dianggukkan oleh Fadli Zon.

Lihat videonya di bawah ini.

Menanggapi interupsi, Fadli Zon lantas membalasnya.

"Jadi begini kalau masalah itu karena undang-undangnya mengatakan bahwa kalau seseorang itu terkena masalah hukum, sampai masalah hukum itu berlaku inkracht, baru kemudian bisa diproses. Itu diundang-undang MD3.

Karena kalau dia tersangka kan belum menjadi terdakwa yang memang sudah divonis melakukan kesalahan.

Bayangkan kalau semua orang jadi tersangka, kemudian langsung diproses, belum tentu salah", ujarnya.

BACA  Tidak Ingin Dibilang Temannya Setan, PKS Daur Ulang Atribut

Lantas Najwa memotong, "saya kira bisa habis DPR-nya" sembari bercanda.

"Tapi kalau sudah salah, sudah terdakwa, nah langsung diproses", ujarnya menutup. (Tribunwow/Dian Naren)

Ikuti kami di
Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help