Adelina Lisao, TKI yang Tidur Bersama Anjing dan Tewas di Malaysia Ternyata Berstatus Pekerja Ilegal

Adelina Lisao, tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tidur bersama anjing dan meninggal di Malaysia diketahui adalah TKI ilegal.

Adelina Lisao, TKI yang Tidur Bersama Anjing dan Tewas di Malaysia Ternyata Berstatus Pekerja Ilegal
Kompas.com/Steven Sim/The Malay Online
Adelina Lisao tidur di beranda rumah di Taman Kota Permai, Penang, Malaysia, ketika ditemukan Sabtu (10/2/2018). TKI asal Nusa Tenggara Timur itu ditemukan dengan berbagai luka di wajah dan kepala. Perempuan 21 tahun itu meninggal dunia sehari berselang (11/2/2018). 

TRIBUNWOW.COM, KUPANG - Adelina Lisao, tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tidur bersama anjing dan meninggal di Malaysia diketahui adalah TKI ilegal.

"Iya namanya tidak tercatat di Balai Pelayanan Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang sebagai TKI sah. Dia TKI ilegal," kata Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Kupang, Siwa kepada Kompas.com, Selasa (13/2/2018).

Menurut Siwa, Adelina berasal dari Desa Abi, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

"Saat ini kami sedang berupaya untuk menghubungi pihak keluarga untuk ambil berkas yang diperlukan, karena TKI tersebut tidak tercatat di BP3TKI Kupang," jelasnya.

Menurut Siwa, pihaknya dikontak oleh KJRI Penang dan Kementerian Luar Negeri untuk meminta bantuan penelusuran keluarga ahli waris dengan alamat Desa Tanah Merah, Kabupaten Kupang.

BACA:  Fadli Zon: Langkah Bawaslu untuk Mengkontrol Materi Ceramah Agama Sangat Keliru

Namun, lanjut Siwa, petugas dari BP3TKI tidak bertemu di tempat tersebut, sehingga pihaknya kemudian melakukan penelusuran berdasarkan tempat lahir dan meminta bantuan kepada salah seorang pendeta.

"Kita minta bantuan Pak Pendeta Isak La'a dan akhirnya kita temukan keluarganya, ternyata berada di Desa Abi, Kecamatan Oenino, Kabupaten TTS," imbuhnya.

Pihaknya, lanjut Siwa, kemudian mengontak ibu kandung Adelina untuk bertemu.

"Kami sudah bertemu dan mengambil berkas yang diperlukan. Kami sudah sampaikan kepada pihak KJRI Penang dan Direktorat PWNI dan BHI Dirjen Protokol dan Konsuler Kemenlu," jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help