Soal Penyerangan Gereja St. Lidwina, Fahri Hamzah: Negara Harus di Tengah, Membela Tanpa Beda

Menurut Fahri Hamzah, menyerang rumah ibadah dan simbol-simbol agama adalah bentuk serangan kepada bangsa.

Soal Penyerangan Gereja St. Lidwina, Fahri Hamzah: Negara Harus di Tengah, Membela Tanpa Beda
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/3/2017). 

TRIBUNWOW.COM - Kabar mengenai penyerangan yang dilakukan oleh seorang pria yang membawa pedang dan melukai sejumlah Jemaat di Gereja St. Lidwina Sleman membuat publik heboh.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah turut angkat bicara.

Pantauan TribunWow.com dari akun Twitternya yang diunggah pada Senin (12/2/2018), Fahri Hamzah menyampaikan ucapan simpatinya.

Menurut Fahri Hamzah, rumah ibadah adalah tempat yang tidak boleh diserang.

Baca berita ini: Membanggakan, Menkeu Sri Mulyani Dinobatkan Sebagai Menteri Terbaik di Dunia

Oleh karena itu, ia meminta agar negara bisa hadir di tengah dan tidak membedakan siapapun.

Berikut sederet postingannya terkait hal tersebut.

"Setiap kita mendengar ada rumah Ibadah yang diserang, dada kita selalu terus berdegup kencang.

Entahlah, mungkin karena kita tahu bahwa yang diserang adalah rumah kita sendiri , tak peduli apapun agama dan keyakinan.

Dan rumah Tuhan itu seperti hati, yang teduh tempat nyanyian suci berlabuh dan ayat-ayatNya dibacakan syahdu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help