Pasar Saham Indonesia Melemah saat Bursa Asia Menguat

Nilai tukar mata uang garuda terhadap dolar Amerika Serikat di awal pekan ini, Senin (12/2/2018) diramalkan bakal kembali menunjukkan tren ...

Pasar Saham Indonesia Melemah saat Bursa Asia Menguat
Tribunnews
Ilustrasi 

TRIBUNWOW.COM - Nilai tukar mata uang garuda terhadap dolar Amerika Serikat di awal pekan ini, Senin (12/2/2018) diramalkan bakal kembali menunjukkan tren pelemahannya.

Tercatat di akhir pekan lalu, rupiah melemah ke posisi Rp 13.628 per dolar AS.

Analis Senior Binaartha Parama Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan pergerakan rupiah masih melanjutkan pelemahannya seiring masih terapresiasinya dolar AS.

“Pergerakan dolar AS yang memiliki volatilitas tinggi dipicu oleh kekhawatiran tentang tanda-tanda inflasi di tengah membaiknya latar belakang ekonomi global dan AS hingga spekulasi apakah Federal Reserve dan bank sentral utama lainnya akan bertindak lebih cepat untuk menaikkan suku bunga,” terang Reza dalam risetnya.

Lihat juga video Beredar Video Vicky Prasetyo Di-briefing Sebelum Acara, Netizen: Jelas Settingan Ini Pernikahannya

Reza mengatakan pihaknya masih waspada terhadap berbagai sentimen yang dapat memicu kembali pelemahan rupiah.

Berbeda dengan diatas, Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan ini menunjukkan penguatannya.

RTI Infokom mencatat, pagi ini, Senin (12/2/2018) indeks dibuka menguat ke level 6.508,05 poin.

Padahal sebelumnya, di akhir pekan kemarin IHSG berada di zona merah setelah mengalami pelemahan sebesar 39,11 poin atau setara 0,59 persen.

BACA  Dicurigai Sebagai Settingan, Beredar Video Vicky Prasetyo Dibriefing Kru Sebelum Acara

Tercatat, di pekan lalu, pelaku pasar asing mencatatkan aksi jual bersih atau nett sell Rp 1,75 triliun dari sebelumnya nett sell Rp 765,07 miliar.

“Diperkirakan IHSG akan berada di kisaran support 6482-6492 dan resisten 6518-5428,” kata Reza, dalam risetnya.

Reza mengatakan aksi jual ini diharapkan bisa lebih terbatas agar pelemahan dapat lebih tertahan.

“Tetap waspadai masih adanya aksi-aksi profit taking yang dapat membuat IHSG kembali melemah,” tukasnya. (*)

Ikuti kami di
Editor: Dian Naren
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help